BI luncurkan kebijakan Kampus Merdeka untuk ciptakan SDM unggul

BI luncurkan kebijakan Kampus Merdeka untuk ciptakan SDM unggul

Kantor Bank Indonesia di Jakarta. ANTARA/www.bi.go.id/pri.

Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) menyatakan kebijakan Kampus Merdeka yang dicanangkan bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bertujuan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di era digital.

"Kebijakan ini akan memberikan mahasiswa untuk mengikuti program integrasi yang dirancang meliputi aktivitas pembelajaran, proyek penelitian dan pengalaman bekerja di area bank sentral," kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Senin.

Gubernur BI menyatakan terdapat tiga hal yang melandasi bank sentral untuk terlibat dan turut berpartisipasi dalam program ini.

Pertama, kata dia, kontribusi BI untuk turut merealisasikan visi pemerintah yaitu membangun SDM Unggul dalam mencapai Indonesia Maju. Kedua, BI memiliki ilmu yang mendukung program ini khususnya kebanksentralan dan digital ekonomi yang dapat mendukung implementasi SDM unggul dari sisi konsep, praktek, pengalaman dan karakter sejalan dengan visi BI.

Ketiga, pentingnya kolaborasi untuk menciptakan SDM unggul yang meliputi pihak akademisi, bisnis dan pemerintah.

Dalam kesempatan ini, Mendikbud Nadiem Anwar Makarim menambahkan program tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM karena kompetensi mahasiswa tidak hanya bisa disiapkan di kampus.

Menurut dia, mahasiswa harus mengalami sendiri dunia kerja yang sesungguhnya agar lebih siap untuk memasuki dunia kerja setelah lulus.

Untuk itu, tambah Nadiem, kegiatan selama enam bulan di perusahaan sebagai trainee atau intern (magang) dapat memberikan pengalaman kerja yang baik bagi mahasiswa.

"Pengalaman yang mereka peroleh selama enam bulan akan membentuk hard skills dan soft skills yang menjadi bagian dari kompetensinya setelah lulus," kata Mendikbud.

Program Kampus Merdeka di BI mengedepankan pembangunan SDM secara holistik dari sisi pengetahuan (knowledge), keahlian (skill), dan sikap (attitude).

Sebagai pilot project program, kebijakan inovasi dalam pembelajaran ini akan dilaksanakan di tujuh perguruan tinggi di Indonesia.

Perguruan tinggi tersebut yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Selanjutnya, perguruan tinggi lainnya adalah Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Bina Nusantara (Binus).

Program Kampus Merdeka dirancang bagi mahasiswa dari berbagai jurusan untuk belajar di BI maksimal selama dua semester atau setara dengan 40 Satuan Kredit Semester (SKS).

Sebagai tahap awal, program yang akan diperkuat dan diperluas secara berkesinambungan ini akan diikuti 37 mahasiswa dan dilaksanakan mulai semester gasal 2020.

Kebijakan Kampus Merdeka dituangkan melalui Peraturan Mendikbud No.3/2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) tanggal 24 Januari 2020.

Baca juga: Kampus Merdeka Aperti BUMN memungkinkan pembelajaran lintas kampus

Baca juga: PJB gandeng UGM buka program Kampus Merdeka

Baca juga: Universitas Pancasila terbitkan tiga peraturan terkait Kampus Merdeka

Baca juga: STP Trisakti sejak lama terapkan konsep Kampus Merdeka
Pewarta : Satyagraha
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020