Tingkatkan manfaat pertanian-kesehatan, Kemenperin pacu inovasi AMMDes

Tingkatkan manfaat pertanian-kesehatan, Kemenperin pacu inovasi AMMDes

Mobil ambulans AMMDes. ANTARA/HO/Kementerian Perindustrian.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memacu inovasi produksi Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) sehingga manfaatnya terus dirasakan masyarakat di berbagai daerah, terutama sektor pertanian hingga kesehatan.

“Kami bertekad untuk semakin memacu pengembangan inovasi AMMDes dengan berbagai aplikasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Yang pada akhirnya bertujuan untuk menciptakan ketahanan ekonomi dan mendukung kemajuan di desa,” kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika di Jakarta, Kamis.

Ia mencontohkan manfaat AMMDes, tercermin dari hasil proyek percontohan AMMDes ambulance feeder di Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, Banten, yang memudahkan pelayanan kesehatan ibu hamil.

“Pada awalnya, AMMDes dirancang untuk membantu masyarakat di sektor pertanian, tetapi seiring hasil pilot project yang kami lakukan di Kabupaten Lebak, maka terlihat bahwa AMMDes bisa juga difungsikan untuk membantu masyarakat di bidang kesehatan,” ujar Putu.

Selain di Kabupaten Lebak, AMMDes juga sukses dimanfaatkan di daerah lain seperti Jawa Barat dan Riau, yang digunakan untuk pengolahan serabut kelapa. Berikutnya, di Kabupaten Tanggamus, Lampung, AMMDes dioptimalkan di kawasan perkebunan pisang yang berorientasi pasar ekspor.

“Untuk pilot project di Tanggamus tersebut, telah mampu menurunkan 25 persen kerusakan pisang yang akan diekspor, dan ini tentu membantu untuk meningkatkan penghasilan petani setempat,” ungkapnya.

Putu menambahkan ketika terjadi gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu, AMMDes juga diterjunkan untuk dijadikan mesin penjernih air guna memenuhi kebutuhan air bersih.

“Melalui fungsinya ini, AMMDes mampu melayani kebutuhan air bersih untuk 9.000 orang dan menjual air minum dalam galon untuk 1.850 kepala keluarga (KK),” imbuhnya.

Sejalan dengan hal ini, Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Yusra menyampaikan keberadaan AMMDes bermanfaat bagi upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat desa, terutama di bidang pertanian dan kesehatan.

“Sembilan desa di Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, mengalokasikan dana desa untuk pelayanan publik bidang kesehatan dan pencegahan stunting melalui AMMDES pengumpan ambulans,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) Reiza Treistanto menyampaikan proses produksi AMMDes melibatkan 63 vendor lokal yang 50 persen merupakan Industri Kecil Menengah (IKM). Selain itu, sebanyak 70 persen komponen dipenuhi secara lokal.

Saat ini, KMWI sudah memproduksi ambulance feeder Mark IV dengan berbagai fasilitas medis dan teknis seperti tabung oksigen, boks bayi, sirene, winch, dan lainnya. KMWI juga melakukan pelatihan operator AMMDes serta pelatihan medis untuk mendukung pemanfaatannya di lapangan.

Ambulance feeder Mark IV ini merupakan hasil penyempurnaan dari tahapan monitoring, evaluation, learning, and adaptable (MELA) yang melibatkan dokter spesialis kebidanan dan kandungan serta spesialis anak. Kami juga rutin berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk membantu masyarakat di Kabupaten Lebak dalam menjangkau fasilitas kesehatan,” jelasnya.

Baca juga: Kemenperin apresiasi penggunaan AMMDes sebagai penyemprot disinfektan
Baca juga: Alat pendesaan jadi ambulans, Kemenperin apresiasi Puskesmas Lebak
Baca juga: Kemenperin dorong AMMDes dan Esemka jadi solusi pacu perekonomian desa
Pewarta : Risbiani Fardaniah
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020