Menristek: PRN dorong penguatan ekonomi melalui substitusi impor

Menristek: PRN dorong penguatan ekonomi melalui substitusi impor

Tangkapan layar Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia Bambang PS Brodjonegoro, usai menandatangani perjanjian kerjasama ilmiah Indonesia-Inggris yang digelar secara virtual dari Jakarta, Rabu (5/8/2020). (ANTARA/Aria Cindyara)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020-2024 dapat membantu penguatan ekonomi bangsa dengan berfokus pada substitusi impor dan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui peningkatan akses pasar.

"Saya melihat ada dua karakter dari PRN yang bisa membantu pertumbuhan ekonomi, yaitu PRN yang jelas bisa mengurangi ketergantungan impor dalam waktu singkat, kemudian juga PRN yang terkait dengan upaya untuk pemberdayaan UMKM khususnya memberikan 'market access' (akses pasar) kepada UMKM sekaligus sentuhan teknologi," kata Menristek Bambang dalam konferensi pers virtual terkait Rapat Koordinasi Nasional Prioritas Riset Nasional Tahun 2020 (Rakornas PRN 2020), Jakarta Pusat, Kamis.

Ekonomi Indonesia di triwulan II 2020 mengalami minus 5,32 persen. Dalam kondisi ini, maka inovasi didorong agar bisa tetap berkembang dan membantu ekonomi Indonesia tumbuh positif.

Baca juga: Kemenperin susun peta jalan subtitusi impor hingga 35 persen

Untuk penguatan ekonomi bangsa ke depan, maka diperlukan riset dan pengembangan yang dapat menggantikan barang-barang impor dan meningkatkan produktivitas UMKM.

Menristek Bambang menuturkan sejumlah PRN yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan impor seperti terkait garam, bahan bakar minyak, kebutuhan pangan dan alat utama sistem persenjataan. PRN tersebut berupa katalis merah putih untuk mendukung pengembangan bahan bakar nabati dan garam industri terintegrasi.

Kemudian, di bidang pertahanan dan keamanan, PRN yang akan mendukung substitusi impor yakni terkait Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) jenis Medium Altitude Long Endurance (MALE) kombatan yang diberi nama Elang Hitam.

Menristek Bambang mengatakan tentu PRN dengan dua karakter itu akan sangat membantu ekonomi Indonesia sekaligus menggerakkan produksi dalam negeri.

Katalis Merah Putih merupakan teknologi untuk mengolah minyak sawit menjadi bensin, solar, maupun avtur untuk mengurangi impor bahan bakar minyak. Pasokan sawit dapat diperoleh dari perkebunan para petani sawit.

Baca juga: Litbang Kemenperin aktif ciptakan inovasi pendukung substitusi impor

Dengan demikian, selain bisa menggerakkan industri yang menghasilkan bahan bakar nabati, juga dapat meningkatkan ekonomi lokal dan kesejahteraan rakyat khususnya petani sawit.

Begitu juga dengan PRN garam industri terintegrasi, selain mendukung upaya mengurangi ketergantungan impor, juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani garam karena dapat menghasilkan garam industri dengan harga 2-4 kali lipat lebih tinggi dari garam krosok yang murah.

Terkait akses pasar untuk UMKM, Menristek Bambang menuturkan PRN terkait teknologi digital akan membantu digitalisasi UMKM untuk ada am digitalisasi dari UMKM.

Selain itu, ada juga PRN untuk membantu UMKM meningkatkan produktivitas bisnisnya dengan teknologi sehingga dapat mengembangkan bisnis dan meningkatkan ekonomi.

"Apapun teknologi dalam PRN yang langsung bisa dimanfaatkan UMKM termasuk tadi pengalengan makanan tradisional ini akan bisa membantu menggerakkan ekonomi di tingkat dasar," ujar Menristek Bambang.
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020