Kasus COVID-19 bertambah, Pemkot Batam ingatkan warga patuh protokol

Kasus COVID-19 bertambah, Pemkot Batam ingatkan warga patuh protokol

Data COVID-19 Kota Batam yang diumumkan Selasa (11/8).

Batam (ANTARA) - Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengimbau warga tetap mematuhi protokol kesehatan, mengingat jumlah kasus warga terjangkit COVID-19 terus bertambah.

"Diingatkan dan diimbau kembali kepada seluruh masyarakat Kota Batam, guna kemaslahatan bersama, agar tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap di rumah saja, mengenakan masker jika terpaksa harus keluar rumah," kata Rudi di Batam, Selasa.

Pada Selasa, diumumkan tambahan 11 orang positif terjangkit COVID-19 baru. Dengan begitu total warga terinfeksi virus corona sebanyak 361 orang, sebanyak 265 orang di antaranya sembuh, 21 orang meninggal dan 75 orang lain masih dirawat.

Baca juga: Total pasien sembuh dari COVID-19 di Batam mencapai 265 orang

Dalam keterangan tertulis, disebutkan, kasus 351 adalah karyawan swasta yang berobat ke RS Keluarga Husada Batam dengan keluhan sesak nafas, disertai nyeri ulu hati, mual dan muntah. Tim medispun langsung melakukan pemeriksaan swab tenggorokan.

Saat perawatan di rumah sakit, kondisi yang bersangkutan membaik dan diperbolehkan pulang. Namun, hasil swab yang keluar Senin (10/8) menunjukkan positif COVID-19, sehingga harus kembali menjalani isolasi.

Kemudian, pasien 352 adalah lelaki karyawan swasta 25 tahun yang mengeluhkan batuk, hidung tersumbat, dan kehilangan kemampuan mencium dan mengecap. Pasien 353 adalah bayi 8 bulan yang mengalami demam disertai mata mendelik dan kasus 354 adalah lelaki karyawan swasta 39 tahun yang mengeluhkan demam.

Baca juga: Gugus Tugas: WNA asal India di Batam positif COVID-19

Kasus 355 adalah lelaki karyawan swasta 24 tahun yang menjalani tes cepat COVID-19 guna memenuhi persyaratan terbang ke Semarang Jawa Tengah, dengan hasil reaktif. Dan kemudian menjalani tes usap.

Kasus 356 adalah lelaki karyawan swasta 33 tahun yang mengeluhkan batuk kering, mual dan lemas, kasus 357 adalah perempuan guru TK berusia 29 tahun yang mengeluhkan pilek disertai nyeri tenggorokan dan sulit BAB dan kasus 358 adalah ibu rumah tangga berusia 20 tahun yang mengeluhkan demam, batuk kering dan mual.

Lalu kasus 359 adalah ibu rumah tangga 60 tahun yang diantar keluarganya ke UGD RS BP Batam dalam keadaan henti nafas dan henti jantung.

Baca juga: Wali Kota Batam ingatkan pandemi COVID-19 belum berakhir

"Oleh tim medis dilakukan upaya penanganan yang maksimal untuk memberikan pertolongan kepada yang bersangkutan, namun demikian yang bersangkutan akhirnya dinyatakan telah meninggal dunia," kata dia.

Mengingat riwayat penyakitnya tersebut sebelum pemulasaran jenazah dilakukan pengambilan swab hidung/nasal yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.

Baca juga: Pulang dari Surabaya, tenaga kesehatan RSUD Kepri positif COVID-19

"Perlu diketahui bahwa oleh tim rumah sakit pemulasaran jenazah yang bersangkutan telah dilakukan sesuai dengan protokol pemulasaran jenazah secara covid-19 pada lokasi pemakaman yang telah ditentukan," lanjut dia.

Kasus 360 adalah bidan mandiri 46 tahun, yang merupakan istri dari kasus terkonfirmasi positif nomor 338 yang telah meninggal dunia. Yang bersangkutan menjalani tes usap sehibingan dengan penyelidikan epidemiologi dan penelusuran kontak erat pasien positif.

Dan kasus 361 adalah perempuan karyawan swasta 49 tahun yang menjalani tes usap COVID-19 secara mandiri untuk memenuhi persyaratan perjalanan ke Balikpapan, Kalimantan Timur.

Baca juga: Nelayan, anggota TNI dan IRT positif COVID-19 meninggal di Batam
 
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020