Wapres: Sinergi "triple-helix" kunci penguatan inovasi

Wapres: Sinergi

Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro (kanan) membuka rangkaian acara peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25 Tahun 2020 secara virtual di Jakarta, Senin (10/8/2020). (Asdep Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Setwapres)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan sinergi antara akademisi atau peneliti, industri, dan pemerintah atau dikenal dengan istilah triple-helix menjadi kunci penting dalam penguatan inovasi di dalam negeri.

"Kunci utama penguatan inovasi adalah adanya sinergi triple-helix yang baik antara pihak-pihak terkait dalam inovasi, seperti peneliti, inovator, dunia akademisi, dunia usaha, komunitas inovator, komunitas pengguna teknologi, dan tentunya Pemerintah," kata Ma'ruf Amin saat membuka acara peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25 di Jakarta, Senin.

Menurut dia, sinergisme tersebut mendukung pelaksanaan riset, serta menghasilkan produk-produk inovatif yang secara bertahap dapat menjadikan bangsa Indonesia mandiri dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin minta peneliti perhatikan kualitas produk riset

Di tengah kondisi pandemi, Wapres berharap inovasi dan riset yang dilakukan para peneliti dalam negeri dapat membawa solusi bagi persoalan yang muncul akibat COVID-19, khususnya di bidang kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.

"Saya berharap ini (riset, red.) dapat menjadi jawaban dalam kemandirian bangsa dalam menghadapi tantangan yang ada, khususnya di tengah masa pandemi COVID-19. Saat ini diperlukan inovasi-inovasi baru dalam bidang kesehatan, ekonomi, dan pendidikan," katanya.

Sinergi triple-helix itu juga diterapkan dalam upaya menangani COVID-19. Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek)/Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membentuk Konsorsium Riset dan Inovasi Penanganan COVID-19.

Baca juga: Wapres: Produk inovasi karya anak bangsa hanya sedikit yang komersial

Ma'ruf Amin mengapresiasi atas kinerja Konsorsium yang telah menghasilkan sedikitnya 57 produk inovatif yang bermanfaat dalam menangani pandemi COVID-19 dan berbagai persoalannya di dalam negeri.

"Saya sangat mengapresiasi Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 yang telah menghasilkan produk-produk yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia dan diharapkan dapat mengatasi wabah COVID-19," ujarnya.

Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengatakan beberapa produk inovatif dalam negeri untuk penanganan COVID-19 antara lain alat ventilator, rapid diagnostic test kit, polymerase chain reaction (PCR) test kit, mobile laboratory Biosafety level 2 (BSL-2), serta yang siap diluncurkan dalam waktu dekat ialah Vaksin Merah Putih.

Baca juga: Wapres: Hakteknas momen tepat kembangkan inovasi vaksin COVID-19

"Kami, melalui lembaga Eijkman, terus mengembangkan Vaksin Merah Putih terhadap semua strain virus COVID-19. Upaya produksi protein rekombinan untuk membuat vaksin telah diselesaikan," kata Bambang.

Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020