BMKG: 44 "hotspot" terpantau di Sumatera Utara

BMKG: 44

Dokumentasi - Sejumlah anak melintasi asap kebakaran lahan yang merambat ke kebun karet di Desa Soak Batok, Indralaya Utara, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Selasa (10/9/2019). ANTARA FOTO/Mushaful Imam/foc.

Medan (ANTARA) - Berdasarkan pantauan sensor modis yakni Satelit Tera, Aqua, SNPP dan NOAA20, pada Senin, terdapat 44 titik panas dalam kategori sedang di Wilayah Propinsi Sumatera Utara.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima dari BMKG Sumatera Utara, Senin, ke-44 titik panas tersebut terpantau di Kabupaten Padang Lawas dengan kategori tinggi.

Sementara kategori sedang terpantau di Kabupaten Dairi dua titik, Labuhanbatu sembilan titik, Langkat dua titik, Padang Lawas lima titik, Padang Lawas Utara dua titik, Pakpak Bharat lima titik, Samosir 11 titik, Tapanuli Selatan empat titik, Toba tiga titik.

Sementara prakiraan gelombang laut setinggi 2,5-4,0 akan terjadi di Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh, Samudera Hindia barat Aceh, dan Samudera Hindia barat Nias.

Perairan Nias-Sibolga, Selat Malaka Bagian Utara, Perairan Sabang - Banda Aceh, Perairan Meulaboh - Sinabang setinggi 1,25 – 2,5 meter serta di perairan Lhokseumawe, Selat Malaka bagian tengah setinggi 0.1– 0,5 meter.*

Baca juga: BMKG; 41 titik panas terpantau di wilayah Sumatera Utara

Baca juga: Sanggau tertinggi, 3.093 "hotspot" terpantau BMKG di Kalbar
Pewarta : Juraidi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020