BPS : Jatim deflasi 0,29 persen

BPS : Jatim deflasi 0,29 persen

Ilustrasi - Seorang pedagang bawang putih dan bawang merah memberikan sumbangan terhadap deflasi. ANTARA/Aris Wasita.

Surabaya (ANTARA) - Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,29 persen pada Juli 2020, yaitu dari 104,38 poin menjadi 104,08 poin karena penurunan harga sebagian kelompok pengeluaran.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Dadang Hardiwan dalam keterangan virtualnya di Surabaya, Senin, mengatakan kebutuhan pokok yang mengalami penurunan yaitu kelompok makanan, minuman serta tembakau sebesar 1,22 persen, dan kelompok transportasi sebesar 1,05 persen.

"Sesuai catatan kami, rincian beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada Juli 2020 antara lain angkutan udara, bawang merah, daging ayam ras, bawang putih, gula pasir, jeruk, pepaya, ikan mujair, daging sapi, dan pisang," ujar Dadang.

Baca juga: BPS sebut inflasi tahunan terendah sejak Mei 2000

Sementara itu berdasarkan penghitungan di delapan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Timur selama Juli 2020, empat kota mengalami inflasi dan empat kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi, kata Dadang, terjadi di Probolinggo yaitu mencapai 0,16 persen, diikuti Malang sebesar 0,06 persen, serta Banyuwangi dan Jember masing-masing sebesar 0,01 persen.

Daerah yang mengalami deflasi di antaranya Surabaya sebesar 0,41 persen, Sumenep sebesar 0,12 persen, Kediri sebesar 0,06 persen, dan Madiun sebesar 0,04 persen.

Baca juga: BPS: Harga beras sangat terjaga selama Juli, sehingga sumbang deflasi

Penyumbang utama deflasi di masing-masing kota IHK Jawa Timur adalah bawang merah dan bawang putih, kemudian komoditas daging ayam ras yang hampir terjadi di seluruh kota di Jawa Timur kecuali Sumenep.

Penghambat utama deflasi di masing-masing kota IHK Jawa Timur adalah emas perhiasan dan telur ayam ras yang menjadi penghambat utama di semua kota IHK.

"Ada lagi komoditas cabai rawit yang juga menjadi penghambat utama deflasi di hampir seluruh kota di Jawa Timur kecuali di Jember dan Surabaya," tuturnya.

Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,16 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen.

Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,14 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,24 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,15 persen.

Baca juga: BPS: Deflasi Juli dipicu banyaknya harga pangan yang turun tajam

Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,21 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,25 persen. Sementara kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya tidak mengalami perubahan.

"Jika dibandingkan tingkat inflasi tahun kalender Januari-Juli 2020 di 8 kota IHK Jawa Timur, Jember merupakan kota dengan inflasi tahun kalender tertinggi yaitu mencapai 1,38 persen. Sedangkan kota yang mengalami inflasi tahun kalender terendah adalah Surabaya yang mengalami inflasi sebesar 0,75 persen," katanya.
 
Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020