Satu tenaga kesehatan sedang hamil di Kudus meninggal akibat COVID-19

Satu tenaga kesehatan sedang hamil di Kudus meninggal akibat COVID-19

Direktur Utama Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus Pujianto. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif/aa.

Kudus (ANTARA) - Seorang perawat di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang sedang hamil, meninggal dunia dengan penyakit penyerta atau komorbid setelah sempat menjalani perawatan karena terjangkit COVID-19.

Direktur Utama Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus Pujianto di Kudus, Senin, membenarkan bahwa ada satu perawat di RS Mardi Rahayu Kudus yang meninggal akibat terjangkit COVID-19.

Juru Bicara Penanganan COVID-19 Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus Yuliana Wara menambahkan selain karena terjangkit COVID-19, almarhumah juga memiliki riwayat penyakit jantung.

Baca juga: Anak terjangkit COVID-19 di Kudus tercatat mencapai 15 kasus

Ia mengakui sebelumnya almarhumah juga pernah terpapar virus corona pada 3 Mei 2020, sedangkan pada 14 Mei 2020 dinyatakan sembuh.

Akan tetapi, pada 24 Juli 2020 kembali terkonfirmasi positif COVID-19, namun pada 26 Juli 2020 meninggal dunia dengan kondisi hamil sekitar tujuh bulan.

Ia mengungkapkan sejak muncul gejala, yang bersangkutan langsung menjalani rawat inap.

Selain tenaga kesehatan yang meninggal pada 26 Juli 2020, tercatat ada dua tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Baca juga: Pasien sembuh COVID-19 di Kudus naik jadi 49,25 persen

Kedua tenaga kesehatan tersebut, hanya menjalani isolasi mandiri karena hanya bergejala ringan sehingga pelayanan di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus tetap normal.

Sementara tenaga kesehatan lainnya yang memiliki kontak dengan almarhum saat kontak selalu memakai alat pelindung diri (APD) lengkap sesuai ketentuan zona rumah sakit.

Hasil penelusuran kontak, suaminya juga menjalani pemeriksaan tes usap tenggorokan untuk memeriksa ada tidaknya virus corona.

"Sementara ini masih suspek, karena hasil tes usap tenggorokan belum keluar. Yang bersangkutan masih dirawat di Ruang Isolasi Khusus (RIK) untuk pasien COVID-19," ujarnya.

Baca juga: Pelaksanaan tes cepat COVID-19 di Kudus capai 62,5 persen

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Kudus Andini Aridewi membenarkan bahwa ada salah satu tenaga kesehatan di RS Mardi Rahayu Kudus yang meninggal dunia akibat terpapar virus corona.

Akan tetapi, kata dia, selain terkonfirmasi positif corona juga memiliki komorbid.

Selain tenaga kesehatan di RS Mardi Rahayu Kudus, sebelumnya juga ada satu tenaga kesehatan dari Puskesmas Undaan yang meninggal karena terpapar COVID-19. 

Baca juga: LIPI buat vaksin sekunder COVID-19 dengan basis protein rekombinan
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020