Wapres: SDM unggul kunci menangkan persaingan global

Wapres: SDM unggul kunci menangkan persaingan global

Dokumentasi - Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 6, Jakarta Pusat, Jumat (17/07/2020). ANTARA/wapresri.go.id/pri.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul menjadi kunci penting dalam memenangkan persaingan global, sehingga Pemerintah menjadikan peningkatan mutunya menjadi prioritas dalam program pembangunan.

"Kita menghadapi tantangan yang besar dalam upaya meningkatkan kapasitas SDM yang merupakan prioritas utama pemerintah," kata Wapres Ma'ruf Amin saat menyampaikan sambutan dalam acara Wisuda Universitas Terbuka Periode II Tahun Akademik 2019/2020, Selasa.

Baca juga: Wapres Ma'ruf harap BKKBN turut ciptakan SDM unggul

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2019, Ma'ruf mengatakan jumlah penduduk yang mendapatkan kesempatan pendidikan tinggi masih sangat terbatas. Ma'ruf menyebutkan hanya 9,7 persen penduduk Indonesia yang memiliki kesempatan menempuh pendidikan tinggi.

"Dari 126,57 juta penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja, berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS pada Agustus 2019, hanya sekitar 12,27 juta atau hanya 9,7 persen yang berkesempatan menikmati pendidikan tinggi dan lulusan universitas," jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Ma'ruf mengatakan pemerintah terus mendorong ketersediaan akses pendidikan tinggi di Indonesia, yang salah satunya dengan memperluas keberadaan UT di daerah-daerah.

Baca juga: Jokowi: Indonesia Maju bukan hanya karya presiden dan wapres

"Universitas Terbuka turut memikul tanggung jawab besar dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas, antara lain dengan mendorong semakin banyak akses untuk pendidikan, termasuk pendidikan tinggi," tutur Wapres.

Selain itu, Angka Partisipasi Kasar (APK) masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi masih di bawah 40 persen, sehingga keberadaan UT diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan APK tersebut, melalui sistem pembelajaran jarak jauh.

"Dengan adanya UT diharapkan dapat mendorong angka APK tersebut menjadi lebih baik. Hal ini juga sesuai dengan peta jalan (roadmap) pemerintah dalam menyediakan pendidikan tinggi dalam skala tidak terbatas dan biaya yang terjangkau bagi masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Ciptakan SDM unggul, Kemenperin konsisten benahi pendidikan vokasi

Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020