Univeritas Jambi teliti pengembangan pasta gigi dari cangkang sawit

Univeritas Jambi teliti pengembangan pasta gigi dari cangkang sawit

Pengembangan penelitian pasta gigi dari arang aktif cangkang sawit oleh tim Peneliti Universitas Jambi. ANTARA/HO-Humas Unja/am.

Jambi (ANTARA) - Universitas Jambi melakukan penelitian mengenai pengembangan produk inovasi (PPI) pasta gigi arang aktif dari cangkang sawit, di mana penelitian dilakukan terhadap fungsi, rasa, efikasi dan desain kemasan produk.

“Penelitian tahun 2008 telah dihasilkan pasta gigi arang aktif cangkang sawit yang berfungsi sebagai pemutih gigi atau penyerap nikotin pada gigi orang yang merokok, dan saat ini kembali dilakukan pengembangan penelitian,” kata Ketua Penelitian Pasta Gigi Universitas Jambi Dr Syamsurizal di Jambi, Minggu.

Baca juga: Madrasah dan ponpes di Jambi dibantu dosen Unja terapkan iptek

Seiring berjalannya waktu, inovasi pasta gigi tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk pemutih gigi atau penyerap nikotin bagi perokok, namun juga dapat berfungsi sebagai antiplak dan hipersensitif dentin, khusus nya bagi perokok.

Saat ini inovasi pasta gigi arang aktif cangkang sawit sedang dilakukan pengembangan produk dengan mengkombinasikan antibakteri triclosan sebagai pencegah gingivitis bagi perokok, sehingga dihasilkan suatu produk inovasi pasta gigi multi fungsi.

Baca juga: Unja siapkan enam titik lokasi UTBK SBMPTN 2020

Penelitian tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan fungsi pasta gigi arang aktif cangkang sawit dengan penambahan triclosan sebagai anti bakteri atau pencegah gingivitis pada orang yang merokok. Kemudian juga dilakukan penambahan sorbitol sebagai penambah rasa manis.

“Kita juga meningkatkan efektifitas keamanan pasta gigi pada penggunanya dengan menggunakan allantoin sebagai anti inflamasi serta meningkatkan desain produk pada kemasan” kata Dr Syamsurizal.

Metode yang dilakukan secara invivo pada tikus jantan dan uji fase klinis pertama pada 20 orang panelis dengan riwayat merokok lebih dari 5 tahun dan tidak sedang mengalami penyakit gigi dan mulut. Serta melakukan pengembangan desain produk dengan izin edar.

Baca juga: FKIK Unja kembangkan sabun kesehatan sebagai proyek kewirausahaan

Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pasta gigi arang aktif cangkang sawit dengan penambahan triclosan 0,15 persen efektif menurunkan tingkat keparahan gingivitis pada tikus putih jantan dengan nilai gingiva index (GI) paling rendah yaitu 0,3 (kategori gingivitis ringan).

Sementara itu dari 20 orang panelis, seluruhnya menyukai rasa manis pada pasta gigi arang aktif cangkang sawit dengan penambahan sorbitol 70 persen.

Pada uji statistik nonparametrik Wilcoxon terjadi penurunan indeks plak yang signifikan sebagai penyebab gingivitis pada perokok yang sama dengan produk komersil Formula Charcoal sebesar 100 persen.

Baca juga: Rektor Unja beri target wakil rektor menuju akreditasi internasional

Penurunan indek plak pada minggu ke dua, dengan penambahan allantoin dua persen, sebagai anti inflamasi seluruh panelist perokok tidak menimbulkan reaksi iritasi, alergi dan gatal pada geraham gigi setelah penggunaan pasta gigi.

“Dihasilkan juga merek dagang dengan nama branded ‘Arkawa’ toothpaste, produk pasta gigi yang dikemas dengan kemasan praktis dan mudah dibawa kemana-mana saat traveling,” kata Dr Syamsurizal.

Penelitian PPI tersebut didanai dengan dana DIPA-PNBP LPPM yang diketuai oleh Dr Syamsurizal, MSi dengan anggota Uce Lestari, S.Farm, M.Farm, Apt dan dibantu oleh dua orang mahasiswa farmasi sebagai tenaga teknis bernama Widya Nadia Herru dan Yustika Trisna.

Baca juga: Prodia dan FKIK Unja kerja sama bidang laboratorium klinik

Pewarta : Muhammad Hanapi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020