Gubernur Jatim: Kesembuhan pasien COVID-19 meningkat

Gubernur Jatim: Kesembuhan pasien COVID-19 meningkat

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melihat ventilator High Flow Nasal Cannula (HFNC) bantuan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/7/2020). LIPI menyerahkan bantuan satu unit ventilator HFNC buatan Indonesia kepada pemerintah provinsi Jawa Timur yang berfungsi untuk memberikan terapi oksigen beraliran tinggi dan mencegah pasien tidak sampai gagal nafas sebagai upaya percepatan penanganan COVID-19 di Jawa Timur. ANTARA FOTO/Moch Asim/hp/aa.

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengklaim bahwa tingkat kesembuhan untuk pasien positif COVID-19 di provinsi setempat meningkat selama dua pekan terakhir.

"Dari data yang ada, sejak 25 Juni sampai 9 Juli, jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 sebanyak 2.150 orang," katanya di sela panen udang vanamei di Puspenerbal Juanda di Sidoarjo Jawa Timur, Sabtu.

Sedangkan, kata dia, sejak Maret sampai dengan 24 Juni, jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 sebanyak 3.429 orang pasien.

Baca juga: Gubernur Jatim ingatkan lansia jangan sering keluar rumah

"Bahkan, pada dua hari terakhir tingkat kesembuhan di Jawa Timur ini tertinggi di Indonesia," katanya.

Ia mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesembuhan yaitu melaksanakan testing, tracing dan juga treatment.

"Jadi ada tiga T, kalau sudah testing, kemudian rapor tes reaktif, siap di-tracing baru kemudian treatment. Saya kira intervensi itu yang dilakukan," katanya.

Merujuk peningkatan jumlah pasien yang sembuh, di Kabupaten Sidoarjo sendiri misalnya juga menunjukkan tren kesembuhan yang cukup banyak selama tiga hari terakhir.

Baca juga: Khofifah bentuk tim khusus kendalikan COVID-19 di Surabaya Raya

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Syaf Satriawarman mengatakan pihaknya menggunakan pendekatan dari WHO yang terbaru untuk mencatat jumlah pasien COVID-19.

"Kami menggunakan pendekatan WHO yaitu tes usap yang cukup sekali saja jika hasilnya negatif dan tidak ada gejala, maka orang itu bisa dikatakan sembuh," katanya.

Dengan pendekatan itu maka akan ada peningkatan jumlah pasien yang berhasil disembuhkan dari COVID-19.

"Namun demikian, kami tetap meminta kepada masyarakat supaya mereka tetap menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak, sering cuci tangan dan menggunakan masker saat mereka keluar rumah," katanya.

Baca juga: Mampukah Jatim jawab ultimatum Jokowi terkait COVID-19?
 
Pewarta : Indra Setiawan
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020