Kemenparekraf asah "skill" menulis pelaku wisata dan ekonomi kreatiif

Kemenparekraf asah

Bayangan wisatawan memotret keindahan pantai Menganti dari atas tebing karang di Desa Karangduwur, Ayah, Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (30/10/2019). Selain keindahan pantai dan pemandangan laut samudera Hindia, pantai Menganti mempunyai keunikan berupa batu karang hitam yang terbentuk dari fosil kayu berusia jutaan tahun. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/aww/aa.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) untuk mengasah kemampuan menulis pada era normal baru.

Plt Direktur Industri Kreatif Musik, Seni Pertunjukkan, dan Penerbitan Kemenparekraf Mohammad Amin, Sabtu, mengatakan untuk mendukung hal tersebut pihaknya menggelar kegiatan Menulis Kreatif dari Rumah yang diselenggarakan atas dasar arahan dari Presiden Jokowi.

Kegiatan itu diselenggarakan atas kerja sama Kemenparekraf dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) sejak 17 Mei 2020. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk mengirimkan karya tulis dalam bentuk esai dan cerita pendek. Naskah yang terkirim telah mencapai 1.076 karya.

“Benar-benar di luar ekpektasi. Kami berpikir bahwa yang mengirimkan karya menulisnya kisaran 500 peserta, karena waktu untuk menulis hanya kami berikan selama 2 minggu. Tetapi karya yang masuk mencapai 1.076. Ini menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi dari para pelaku ekonomi kreatif dalam menghasilkan sebuah karya,” ujar Mohammad Amin.

Baca juga: Lomba menulis kreatif dan literasi diikuti ribuan siswa di Jambi

Akademisi dan Kritikus Sastra Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universits Indonesia (FIB UI) Prof Melani Budianta mengatakan esai dan cerpen adalah dua hal yang berbeda.

“Esai merupakan sebuah paparan mengenai gagasan atau observasi yang ditulis dalam penalaran yang komunikatif berdasarkan data serta rekonstruksi pengetahuan yang dimiliki oleh penulis,” ujar Melani. Sedangkan cerpen merupakan karya imajinasi yang dikelola menjadi suatu produk komunikatif yang indah.

Penulis Agus Noor menambahkan sesungguhnya kekuatan utama esai terletak pada personalisasi gagasan dan pemikiran.

Baca juga: Mau nulis hebat? Harus banyak baca

Esai memiliki kekuatan untuk mempesona, mempersuasi atau mengajak para pembaca dengan gagasan serta gaya penulisannya. “Sehingga kita benar-benar mendengar renungan intim atau gagasan personal dari penulis,” ujar Agus.

Kegiatan Menulis Kreatif dari Rumah ini merupakan momentum yang tepat. “Karena kita bisa membayangkan apa yang sedang dialami oleh masyarakat Indonesia di masa pandemi ini. Bagaimana perasaannya, kemarahannya, kesunyiannya, dan segala problematika kemanusiaannya. Hal ini dapat terlihat dari karya tulisnya. Sehingga bisa menjadi refleksi historis dan sosiologis seseorang,” kata Agus.

Baca juga: Video storytelling dinilai efektif jadi alat promosi wisata

 
Pewarta : Hanni Sofia
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020