Jawa Tengah bentuk gugus penanggulangan COVID-19 di kawasan industri

Jawa Tengah bentuk gugus penanggulangan COVID-19 di kawasan industri

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo minta kepala-kepala daerah membentuk gugus tugas penanggulangan COVID-19 di kawasan industri.​​​​​​ (ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) -
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepala-kepala daerah membentuk gugus tugas penanggulangan COVID-19 di kawasan industri guna mencegah meluasnya penularan penyakit yang disebabkan oleh virus corona tipe baru itu di area industri.

"Tidak hanya di Kota Semarang, karena banyak daerah di Jateng yang memiliki kawasan industri. Sekarang di kawasan-kawasan industri, saya minta dibuat gugus tugas khusus," katanya di Semarang, Jumat.

Gugus penanggulangan COVID-19 di kawasan industri, menurut dia, antara lain akan memastikan penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan industri serta melakukan upaya-upaya lain untuk mencegah penularan COVID-19.

"Kami nanti akan ikut terlibat dalam membantu supervisi. Saya minta ini segera diterapkan oleh semua kepala daerah di Jateng," kata Gubernur.

Mengenai kemajuan penanganan klaster penularan COVID-19 di lingkungan perusahaan di Kota Semarang, Ganjar mengatakan bahwa penularan virus corona di dua dari tiga perusahaan yang menjadi klaster penularan sudah terkendali.

"Dua perusahaan itu sudah lama, sejak Juni, jadi relatif terkendali. Tinggal satu perusahaan yang menjadi pengawasan khusus kami. Mereka kami minta memperbaiki protokol kesehatannya, orang-orang yang terkena COVID-19 dan lingkungannya di-off-kan dan dilakukan tindakan. Saya minta dalam minggu ini semuanya sudah diperbaiki," katanya.

Di Kota Semarang, sebelumnya dilaporkan ada tiga perusahaan yang menjadi klaster penularan COVID-19 dengan jumlah orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona sampai 300 orang.

Nama perusahaan itu tidak disebutkan, hanya disebutkan bahwa perusahaan yang menjadi klaster penularan COVID-19 terdiri atas perusahaan garmen, perusahaan migas, dan badan usaha milik negara.

Baca juga:
Tiga klaster penyebaran baru picu peningkatan COVID-19 di Semarang
Pemberlakuan tatanan normal baru di Semarang bisa mundur dari jadwal
Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020