Kawasan terpadu Suku Anak Dalam diserahkan TNI ke Pemkab Sarolangun

Kawasan terpadu Suku Anak Dalam diserahkan TNI ke Pemkab Sarolangun

Penandatangan hasil pekerjaan Kawasan Terpadu Suku Anak Dalam antara Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan dengan Bupati Sarolangun, Provinsi Jambi Cek Endra di Sarolangun, Selasa (7/7/2020). (FOTO ANTARA/HO-Penrem 042/Gapu)

Jambi (ANTARA) - Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan menyerahkan Kawasan Terpadu Suku Anak Dalam (SAD) kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun di Pendopo Kawasan Terpadu SAD Desa Lubuk Jering Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Selasa.

Penyerahan dilakukan setelah penandatangan hasil pekerjaan antara Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan dengan Bupati Sarolangun H Cek Endra.

Hadir juga dalam acara tersebut Danrem 042/Gapu Brigjen TNI M. Zulkifli, Wakil Bupati Sarolangun Hilalatil Badri, Forkopimda Kabupaten Sarolangun dan pendamping Pangdam, yakni Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapok Sahli) Pangdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Puji Cahyono, Aster Kasdam Kolonel (Arh) Fithrizal Setiawan, Kapendam Kolonel Inf Johan Darmawan dan Kasmin Pangdam Mayor Czi Dedi.

Hasil pekerjaan pembangunan Kawasan Terpadu SAD yang diserahkan kepada Pemkab Sarolangun meliputi pembangunan fisik, perumahan, pendopo mushola, puskesmas pembantu, lapangan sepak bola, lapangan bulu tangkis, kolam ikan dan demplot pertanian.

Pangdam II/Sriwijaya mengatakan kawasan terpadu seperti saat ini bukan hasil kerja TNI sendiri tapi berkat kerja sama antara TNI, Polri dan pemerintah daerah.

Dengan diserahkannya kawasan terpadu ini diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan permukiman dan sekaligus menjadi kawasan wisata.

"TNI tetap membantu pemerintah daerah dalam memelihara dan mengembangkan kawasan Suku Anak Dalam ini, semoga kawasan ini cepat berkembang dan maju," kata Irwan.

Dandim 0420/Sarko Letkol (Inf) Tomy Radya Diansyah Lubis menjelaskan Kawasan Terpadu SAD itu adalah gagasan dari TNI yang bekerja sama dengan Pemkab Sarolangun. Dari kegiatan itu ada beberapa kegiatan yang meliputi pembanguan fisik dan nonfisik.

Ia menjelaskan pembangunan fisik meliputi pembangunan balai pertemuan (pendopo), rumah khusus Tumenggung tujuh unit, puskesmas pembantu satu unit, kolam ikan tiga unit, pos tripilar satu unit, rumah genset satu unit, demplot pertanian, "guest house" satu unit, sarana mandi cuci kakus (MCK) komunal dan sumur dua unit, Masjid Al-Kausar, kelas lapangan satu unit, lapangan sepak bola satu unit, lapangan bola voli dua unit, lapangan bulu tangkis dua unit, turap batu kali dan "cut and fill".

Menurut Dandim selain melakukan pembangunan fisik untuk warga SAD, TNI juga melakukan pemberdayaan bagi SAD itu sendiri, seperti warga SAD yang memiliki kebiasaan mencari makan dengan berburu, kini diajarkan dengan cara beberapa penyuluhan seperti pertanian, bercocok tanam begitu pula dengan pendidikan dan kesehatan.

"Pemberdayaan peningkatan kualitas SDM warga SAD dengan memberikan beberapa penyuluhan. Seperti pertanian, budi daya ikan, bercocok tanam, membuat sarana pendidikan yang nantinya langkah TNI ini bisa dilanjutkan oleh Pemkab Sarolangun," demikian Tomy Radya Diansyah Lubis.

Baca juga: Wasev Ster TNI cek pembangunan rumah Suku Anak Dalam Sarolangun

Baca juga: Puluhan warga Suku Anak Dalam Sarolangun rekam KTP-el

Baca juga: Menyorot kiprah Kodam II/Sriwijaya memberdayakan Suku Anak Dalam

Baca juga: Dua puluh dua warga SAD masuk Islam
Pewarta : Syarif Abdullah dan Dodi Saputra
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020