MPR: Empat poin utama hadapi Normal Baru

MPR: Empat poin utama hadapi Normal Baru

Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad. ANTARA/HO-MPR RI/pri..

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad menilai ada empat poin utama bagi masyarakat dalam menghadapi era Normal Baru yang harus diperhatikan.

Pertama, menurut dia, dari sisi psikologi, Normal Baru membuat tiap orang semakin bersih dan pergi kemanapun menggunakan masker dan selalu menjaga kesehatan.

"Jadi orang menggunakan masker, cuci tangan, menjaga kebersihan setiap saat. Saya kira itu yang harus ada, jadi kalau kami jaga seperti ini, kami akan bertahan, itu dampak psikologisnya," kata Fadel dalam diskusi Empat Pilar MPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Kedua menurut dia, terkait kesehatan, masyarakat Indonesia saat ini tanpa sadar sangat terbiasa dengan meningkatkan kesehatan tubuh. Dia mengatakan, dirinya memperhatikan vitamin banyak dikonsumsi dan masyarakat semakin rajin berolahraga.

"Jadi kesehatan menjadi faktor yang sangat utama saat ini dalam menghadapi era Normal Baru," ujarnya.

Poin ketiga menurut dia, dari sisi teknologi, di era Normal Baru penggunaan perkembangan teknologi sangat diperlukan, misalnya mengukur pemberian gaji seseorang tidak dengan menggunakan tolak ukur kehadiran namun dengan produktivitas dan inovasi yang diberikan.

Dia menjelaskan, di beberapa negara seperti Prancis dan Amerika Serikat sudah menerapkan sistem produktivitas dan inovasi dalam mengukur tingkat kehadiran seseorang.

"Poin keempat, masalah pendanaan, kalau kami menghemat di rumah namun listrik dan sebagainya naik, bagaimana," katanya.

Dia mengusulkan agar bunga bank untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diturunkan kalau bisa menjadi 1 persen.

Baca juga: Bamsoet: Normal baru dorong perubahan "wajah" politik Indonesia

Baca juga: Normal baru, Bayt Al Quran kembali dibuka

Baca juga: Personel TNI disiplinkan pasar-tempat wisata jelang normal baru

Baca juga: Wisatawan ke Yogyakarta diimbau bawa surat keterangan sehat

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020