Kotabaru, Kalsel (ANTARA News) - PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) sebagai salah satu perusahaan tambang di Kalimantan Selatan, membangun tempat penangkaran rusa sambar asal Kalimantan Timur (Kaltim).

Pembuatan tempat penangkaran rusa tersebut sebagai salah satu bentuk perhatian perusahaan industri pertambangan itu terhadap kelestarian hewan langka, yang salah satunya adalah rusa sambar, ujar Direktur Operasional PT SILO, Hendrik, di Kotabaru, 300 kilometer timur Banjarmasin, Sabtu.

Ia menerangkan, rusa jenis itu khusus didatangkan dari daerah Penajam, Kaltim, sebanyak lima ekor dan ditangkarkan di Pulau Sebuku (400 km timur Banjarmasin), Kabupaten Kotabaru, Kalsel atau persisnya di kawasan areal tambang PT SILO.

"Luas areal yang digunakan untuk penangkaran saat ini 60 meter X 40 meter, dan untuk ke depannya areal tersebut akan diperluas hingga tiga hektare atau disesuaikan dengan banyaknya rusa," katanya.

Dengan adanya penangkaran rusa tersebut, SILO menjadi satu-satunya perusahaan tambang di Kalsel yang memiliki penangkaran rusa.

Selain penangkaran rusa, perusahaan yang bergerak di bidang industri pertambangan itu juga telah melakukan repegetasi lahan atau penanaman pohon seluas lebih dari 100 hektare dari total areal yang ditambang seluas 400 hektare.

Repegetasi lahan tersebut juga menjadi salah satu bentuk kepedulian perusahaan industri pertambangan biji besi itu terhadap lingkungan, khususnya areal yang telah ditambang.

Selain itu, perusahaan tersebut memiliki balai kolaborasi dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam serta Dinas Kehutanan yang mempunyai program pelestarian lingkungan, khususnya menjaga kawasan cagar alam yang ada di sekitar konsesi pertambangan.

Oleh sebab itu, wajar jika perusahaan industri pertambangan di Pulau Sebuku Kotabaru, yang berbatasan dengan Laut Sulawesi dan Selat Makassar itu menyatakan dirinya sebagai perusahaan yang perduli terhadap lingkungan serta kelestarian hewan langka, ujar Hendrik.

Kabupaten Kotabaru dengan ibukotanya Kotabaru, atau yang dikenal dengan sebutan "Kota Bamega" itu (300 km timur Banjarmsin), merupakan wilayah terluas di Kalsel.

"Bumi Sa-ijaan" Kotabaru yang di sebelah utara berbatasan dengan Kaltim dan di selatan berbatas Laut Jawa, memiliki sumber daya alam, termasuk hasil tambang yang cukup potensial, seperti batu bara dan bijih besi.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009