BPS sebut 12 wisatawan asing ke Jatim selama Mei

BPS sebut 12 wisatawan asing ke Jatim selama Mei

Wisatawan asal Rusia mencicipi kopi Arabika Java Raung Ijen di Desa Sukorejo, Sumber Wringin, Bondowoso, Jawa Timur, Senin (25/6). Wisatawan asing meminati wisata kopi Bondowoso untuk mengetahui proses penanaman hingga produksi bubuk kopi. Antara Jatim/Seno/zk/18.

Surabaya (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, sektor kunjungan wisata mancanegara ke wilayah itu sepanjang Mei 2020 masih rendah, dan hanya ada 12 wisatawan mancanegara yang berkunjung melalui pintu masuk Bandara Juanda.

"Sebanyak 12 kunjungan itu pun bukan merupakan warga asing. Melainkan warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri, dan kembali ke Tanah Air," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Dadang Hardiwan di Surabaya, Rabu.

Dadang dalam konferensi pers virtual itu mengatakan, secara kunjungan dari bulan ke bulan, total kunjungan ke Jawa Timur pada Mei 2020 mengalami penurunan sebesar 42,86 persen dibandingkan April 2020 yang tercatat ada 21 kunjungan.

Menurutnya, minimnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Jatim disebabkan masih adanya larangan sebagian negara untuk berkunjung ke nagara lain akibat wabah COVID-19, meski beberapa negara juga sudah mulai membuka akses wisatawanya dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

"Dibandingkan Mei 2019, jumlah wisata mancanegara yang datang ke Jawa Timur juga mengalami penurunan sebesar 99,92 persen. Yaitu dari 14.529 kunjungan menjadi 12 kunjungan," kata Dadang.

Sementara itu, secara kumulatif, jumlah kunjungan wisata mancanegara ke Jawa Timur pada periode Januari-Mei 2020 sebanyak 34.554 kunjungan.

"Apabila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah kunjungan yang masuk ke Jawa Timur mengalami penurunan sebesar 59,17 persen. Yaitu dari 84.638 kunjungan menjadi 34.554 kunjungan," tuturnya.

Sebelumnya, beberapa lokasi wisata di Jawa Timur baru dibuka pada pertengahan Juni 2020 dengan protokol kesehatan, seperti Jatim Park 2 di Batu setelah sebelumnya selama tiga bulan tutup akibat pandemi COVID-19.

Selain memberlakukan protokol kesehatan yang ketat bagi karyawan dan pengunjung, pihak pengelola tempat wisata itu juga menerapkan pemesanan tiket daring guna membatasi jumlah pengunjung dari 6.000 orang menjadi 3.000 orang per hari.

Baca juga: BPS: Kunjungan wisatawan mancanegara anjlok 87,44 persen

Baca juga: BPS : kunjungan wisatawan asing ke Sumbar turun sejak Maret

Baca juga: Wisman asal China ke Sulut turun akibat Corona

Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020