Apresiasi satgasus, Legislator: Jangan kalah lawan narkoba

Apresiasi satgasus, Legislator: Jangan kalah lawan narkoba

Anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Didik Mukrianto mengapresiasi pengungkapan 1,2 ton sabu-sabu dalam dua pekan oleh aparat penegak hukum, khususnya Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Merah Putih dan menyemangati jangan sampai kalah melawan narkoba.

"Satu hal yang perlu kita apresiasi adalah kinerja Polri bersama segenap komponen masyarakat yang kali ini mampu lagi mengungkap peredaran sabu-sabu hingga 1,2 ton (selama dua pekan)," katanya, dalam pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Senin.

Didik mengaku prihatin karena jaringan obat terlarang tidak jera dan berhenti meskipun segenap aparat dan komponen bangsa tidak henti melakukan perang terhadap narkoba.

"Dari hari ke hari secara faktual dapat kita lihat penangkapan dan pengungkapan kasus narkoba terus terjadi dan juga tidak berhenti, namun nyatanya jaringan narkoba semakin melebarkan ruang gerak dan covering wilayah penyebarannya," paparnya.

Dalam perspektif pemberantasan narkoba, kata politikus Partai Demokrat tersebut, jaringan narkoba melihat strategisnya wilayah Indonesia untuk beroperasinya jaringan narkoba karena pasar sangat menjanjikan.

Wilayah Indonesia yang sedemikian luas, dan banyaknya pintu-pintu masuk khususnya yang di luar jangkauan aparat penegak hukum, lanjut dia, membuat jaringan narkoba masih terus leluasa melancarkan aksinya.

Ia menekankan pemberantasan narkoba idealnya harus bersamaan dan terus menerus, baik di hulu maupun hilirnya agar "supply" dan "demand" terputus.

Pelibatan masyarakat sebagai mata dan telinga, khususnya di daerah tak terjangkau penegak hukum, kata dia, menjadi sangat penting dalam perang menghadapi penyelundupan, produksi maupun peredaran narkoba.

"Melihat masifnya jaringan narkoba bergerak, dihadapkan kepada keterbatasan aparat penegak hukum, akan lebih efektif apabila aparat penegak hukum melibatkan masyarakat lebih banyak lagi, khususnya untuk jalur-jalur tikus yang jauh dari pantauan aparat keamanan," saran Didik.

Untuk kejahatan luar biasa narkoba, kata dia, negara dan masyarakat semua tidak boleh menyerah dan kalah dalam melawannya.

"Kejahatan ini bukan hanya meluluhlantakkan moral dan karakter generasi bangsa, lebih dari itu apabila tidak tertangani dengan baik bisa dipastikan akan menghancurkan pondasi kekuatan suatu negara," katanya.

Sebelumnya diberitakan media massa, tim khusus Satgasus Merah Putih yang dipimpin Kombes Pol Herry Heryawan kembali mengungkap peredaran sabu-sabu jaringan Iran di Sukabumi, Jawa Barat, awal Juni 2020.

Lima pelaku diamankan dengan barang bukti sebanyak 402 kilogram narkotika jenis sabu-sabu.

Baca juga: 402,38 kg "shabu-shabu" di Sukabumi berasal dari Timur Tengah

Baca juga: BNNP Kaltim ungkap narkoba sabu 2 kg jaringan antar-pulau

Baca juga: Polisi gagalkan peredaran 35 kg sabu-sabu dari Malaysia menuju Medan

Baca juga: Bamsoet apresiasi Polri gagalkan peredaran narkoba hampir 1 ton

 
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020