Gubernur Sulsel: Luwu Timur jadi klaster baru COVID-19

Gubernur Sulsel: Luwu Timur jadi klaster baru COVID-19

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah pada bincang virtual bertema" “Masa Transisi di Sulawesi: Strategi dari Zona Merah ke Zona Hijau" bersama promotor kesehatan masyarakat BNPB dr Luna Kamal dan Ketua AJI Kota Palu Muhammad Iqbal di Makassar, Rabu (10/6/2020). (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel)

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah menyatakan Kabupaten Luwu Timur menjadi klaster baru penambahan jumlah pasien positif COVID-19 di provinsi itu.

“Saya ingin mengatakan bahwa hari ini kita masih tersisa Kabupaten Luwu Timur sebagai klaster baru COVID-19,” katanya melalui bincang virtual bertema "Masa Transisi di Sulawesi: Strategi dari Zona Merah ke Zona Hijau" bersama promotor kesehatan masyarakat Badan Nasional Peanggulangan Bencana (BNPB) dr Luna Kamal dan Ketua AJI Kota Palu Muhammad Iqbal, di Makassar, Rabu.

Selain Luwu Timur, gubernur juga menyampaikan, masih ada klaster lainnya, yakni Kabupaten Maros dan Kota Makassar yang kini sedang ditangani.

“Kedua adalah Maros dan Makassar. Tinggal tiga itu, yang lain saya kira Insya Allah belum ada lagi transmisi lokal,” katanya.

Adapun Kabupaten Toraja Utara sudah dinyatakan masuk zona hijau atau sama sekali tidak ada penularan COVID-19. “Sulawesi Selatan itu yang tidak ada satupun yang terkontaminasi positif itu Toraja Utara,” katanya.

Sementara untuk kabupaten dan kota yang memiliki pasien dalam pemantauan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), orang tanpa gejala (OTG) maupun positif dipusatkan penanganannya di Kota Makassar.

“Memang beberapa kabupaten kita lakukan sinergi, programnya kita kemas dalam Wisata COVID-19. Semuanya yang ada di kabupaten itu dibawa ke Makassar dan diisolasi di Makassar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa untuk sementara yang dianggap masih zona merah adalah Makassar.

“Yang masih zona merah itu Makassar, karena memang kemarin ini ada pelonggaran yang dilakukan Pemkot Makassr, padahal kita berharap Makassar ini adalah episentrum penularan utama, maka kita ingin Makassar lebih ketat lagi,” demikian Nurdin Abdullah.

Baca juga: Sulsel optimistis daerah pertama deklarasi bebas COVID-19

Baca juga: Pasien positif COVID-19 di Sulsel melonjak 180 kasus

Baca juga: Bupati Luwu periksakan kesehatan usai bertemu Menteri Perhubungan

Baca juga: Gubernur Sulsel minta pemda kompak turunkan kurva kasus COVID-19
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020