Jubir: Lonjakan kasus COVID-19 Kalsel berasal dari OTG

Jubir: Lonjakan kasus COVID-19 Kalsel berasal dari OTG

Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan, Pengendalian dan Penanganan COVID-19 Kalimantan Selatan HM Muslim. (Antaranews Kalsel/Humas Pemprov Kalsel)

Banjarbaru (ANTARA) - Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan, Pengendalian dan Penanganan COVID-19 Kalimantan Selatan HM Muslim mengatakan lonjakan kasus COVID-19 di Kalimantan Selatan sebagian besar berasal dari Orang Tanpa Gejala (OTG).

Muslim di Banjarbaru Rabu petang, mengatakan dari 1.033 kasus positif COVID-19, sebanyak 841 kasus dalam perawatan, 101 sembuh dan 91 meninggal dunia.

Dari jumlah pasien yang dirawat, sebanyak 75,98 persen merupakan pasien tanpa gejala atau hanya dengan gejala ringan, sehingga, cukup dirawat di ruang karantina khusus.
Sedangkan sisanya merupakan pasien dengan gejala serius sehingga dirawat di berbagai rumah sakit rujukan di Kalsel.

"Mengingat tingginya kasus penularan dari orang tanpa gejala atau gejala ringan, maka masyarakat harus selalu waspada," katanya.

Baca juga: Bertambah 30, positif COVID-19 Kalsel meningkat menjadi 948 kasus

Baca juga: Bayi satu tahun di Barito Kuala Kalsel terkonfirmasi positif COVID-19


Menurut Muslim, masyarakat tidak boleh lengah, dengan selalu menerapkan protokol kesehatan COVID-19 sebagaimana yang ditetapkan pemerintah, dimanapun berada.

Tetap berada di rumah, kata dia, menjadi salah satu protokol kesehatan yang hingga kini masih harus tetap dilakukan, apalagi saat ini terjadi penambahan kasus yang cukup signifikan.

Kalaupun harus keluar rumah, maka warga harus menggunakan masker, selalu jaga jarak, menghindari kerumunan dan selalu cuci tangan dengan sabun maupun menggunakan hand sanitizer.

Pada kesempatan tersebut, Muslim juga mengajak, agar kegotongroyongan sosial tetap terus digalakkan, baik secara pribadi, lembaga maupun kelompok, mengingat masyarakat masih sangat memerlukan dukungan dan bantuan bersama.

Saat ini, penambahan kasus baru di Kalimantan Selatn masih terus terjadi, dengan jumlah cukup berfluktuasi dengan angka rata-rata di atas 20 kasus per hari.

Sebelumnya, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) COVID-19 Kalsel Abdul Haris Makkie mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk bersama-sama menurunkan kasus COVID-19.

Dia mengatakan, dirinya mendapat tugas dari Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor untuk melakukan monitoring dan evaluasi terhadap upaya P2 COVID-19 di semua kabupaten/kota.

Salah satu daerah yang dikunjungi adalah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) setelah secara maraton mengunjungi Tim Gugus Tugas Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengan, Balangan dan Tabalong.

Haris yang juga Sekretaris Daerah Pemprov Kalsel menyampaikan pesan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, agar pemerintah dan Tim Gugus Depan P2 COVID-19 kabupaten/kota saling berkoordinasi dan bekerja sama dalam penanganan pandemi COVID-19.

Terkait upaya gugus tugas P2 COVID-19 di Kabupaten HSU, disarankan agar tim gugus tugas setempat melanjutkan pengawasan dan pemeriksaan di daerah perbatasan guna mencegah dan mengantisipasi penyebaran wabah yang telah merenggut nyawa 91 orang warga Kalsel tersebut.*

Baca juga: Kasus COVID-19 di Kalsel berasal dari enam kluster

Baca juga: Satu hari kasus COVID-19 Kalsel bertambah 116 menjadi 819
Pewarta : Ulul Maskuriah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020