Pemkot Depok 'tracing' keluarga tenaga kesehatan yang positif corona

Pemkot Depok 'tracing' keluarga tenaga kesehatan yang positif corona

Wali Kota Depok Mohammad Idris. ANTARA/Feru Lantara

Depok (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jawa Barat sudah melakukan tracing atau pelacakan ke keluarga para tenaga kesehatan RSUD Depok yang terkonfirmasi positif corona atau COVID-19, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Keluarganya sudah kami tracing, dan untuk tenaga kesehatan tersebut yang memiliki orang tua di rumahnya tidak kami izinkan untuk isolasi mandiri," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris di Depok, Sabtu.

Untuk itu kata dia seluruh tenaga kesehatan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok akan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang lengkap. Komitmen tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19 di RSUD Depok sebagai rumah sakit rujukan COVID-19.

Baca juga: RSUD Depok tutup sementara pelayanan poliklinik
Baca juga: Dalam sehari, pasien sembuh COVID-19 di Depok mencapai 17 orang


Dikatakannya para tenaga kesehatan yang diberikan APD lengkap termasuk petugas yang memeriksa tekanan darah pasien serta petugas yang bekerja di Instalasi Gawat Darurat (IGD), ataupun rawat inap RSUD Depok.

"Penambahan Pasien Dengan Pengawasan (PDP) dan terkonfirmasi positif cukup signifikan jumlahnya. Lalu kini ditambah tenaga kesehatan RSUD Depok positif sejumlah 15 orang. Maka ini akan menjadi perhatian bersama khususnya mengenai kelengkapan APD," katanya.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok Jawa Barat menutup sementara pelayanan poliklinik selama 14 hari ke depan, mulai dari tanggal 22 Mei hingga 8 Juni 2020 karena adanya 15 tenaga kesehatan yang positif terkena COVID-19 itu.

Baca juga: PKS Depok distribusikan 5 ton beras bagi warga terdampak COVID-19
Baca juga: RSUI lakukan inovasi dalam menghadapi pandemi COVID-19


Direktur RSUD Depok, Devi Maryori mengatakan penutupan sementara poliklinik tersebut untuk keperluan sterilisasi ruangan dan isolasi tenaga kesehatan. Ruangan yang biasa dipakai untuk poliklinik, akan dilakukan dekontaminasi agar saat dibuka kembali ruangan sudah steril.

"Karena poliklinik sudah ditutup kami sekarang hanya melayani pasien COVID-19 saja, baik di Instalasi Gawat Darurat (IGD), maupun yang di rawat inap,” katanya.

Menurut dia saat ini sebanyak 15 tenaga kesehatan yang terinfeksi COVID-19 sudah diisolasi dan dirawat oleh RSUD Depok. Kondisi mereka secara umum dalam keadaan baik, hanya ada satu orang yang mengalami demam ringan.

Baca juga: RSUI Depok tambah ruang perawatan khusus pasien COVID-19
Baca juga: RSUD Depok ditetapkan menjadi rumah sakit khusus COVID-19
Pewarta : Feru Lantara
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020