KKP ungkap strategi percepatan industrialisasi rumput laut nasional

KKP ungkap strategi percepatan industrialisasi rumput laut nasional

Aktivitas pembudidaya rumput laut di Kepulauan Seribu, Jakarta. ANTARA/HO-KKP/am.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan sejumlah strategi yang disiapkan dalam rangka percepatan industrialisasi rumput laut, guna meningkatkan nilai tambah dan kontribusi komoditas tersebut terhadap ekspor nasional.

"KKP telah menyiapkan berbagai strategi percepatan peningkatan produksi rumput laut, diantaranya melalui penyediaan bibit rumput laut kultur jaringan yang diproduksi oleh UPT DJPB (Ditjen Perikanan Budidaya) di antaranya di Lampung, Jepara, Situbondo, Takalar, Lombok, Ambon," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto di Jakarta, Rabu.

Menurut Slamet, penggunaan rumput laut kultur jaringan memberikan hasil yang lebih baik di mana laju pertumbuhan rumput laut kultur jaringan sebesar 11,5 persen, sementara yang biasa hanya 7,5 persen.

Selain itu, ujar dia, rumput laut kultur jaringan juga memiliki kandungan karaginan yang lebih tinggi yaitu 40 persen, sedangkan kandungan karaginan rumput laut nonkultur jaringan hanya 34 persen.

Slamet juga menambahkan bahwa selain menggenjot produksi dengan penggunaan rumput laut kultur jaringan, para pembudidaya diharapkan mengikuti petunjuk dari dinas, para penyuluh dan juga UPT DJPB dalam melakukan teknik budidaya.

"Terapkan cara budidaya yang baik sehingga budidaya rumput laut dapat berkelanjutan," kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP.

Sebagaimana diwartakan, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengajak warga Kepulauan Seribu untuk dapat memaksimalkan potensi budidaya rumput laut jenis spinosum karena permintaan pasar dari Vietnam masih sangat tinggi.

Menteri Edhy dalam kunjungannya ke Kepulauan Seribu, Jakarta, Selasa (19/5) , mengingatkan bahwa ekspor komoditas tersebut dari Kepulauan Seribu, baru mencapai 300 ton per bulan, sedangkan permintaan pasar Vietnam mencapai 3.000 ton per bulan.

"Ini merupakan peluang pasar yang harus dimanfaatkan oleh kita semua, baik pembudidaya maupun pelaku pasar maupun eksportir," kata Menteri Edhy.

Pemanfaatan rumput laut, juga bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat sekitar di tengah pandemi COVID-19, apalagi harga rumput laut yang sempat jatuh, kini kembali stabil.

Beragam jenis rumput laut dapat dibudidayakan yakni Euchema cottonii (penghasil kappa carrageenan), Gracillaria sp. (penghasil agar-agar), Sargassum (penghasil alginat), Caulerpa sp. (dapat dikonsumsi dalam kondisi segar), Spinosum sp (penghasil carrageenan), Gelidium amanzii dan Ptylophora sp. (penghasil biofuel dan kertas).

Angka sementara produksi rumput laut Indonesia sepanjang tahun 2019 mencapai 9,92 juta ton. Pada 2020, KKP menargetkan produksi rumput laut sebesar 10,99 juta ton.

Baca juga: KKP: Ekspansi pasar ekspor rumput laut bantu devisa di tengah pandemi
Baca juga: KKP: Ekspor rumput laut pertanda sektor kelautan terus melaju
Baca juga: Kemendag: Ekspor rumput laut ke Korea Selatan tetap berjalan
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020