Kakak beradik di Bekasi sumbangkan celengan untuk bantu rumah sakit

Kakak beradik di Bekasi sumbangkan celengan untuk bantu rumah sakit

Kakak beradik bernama Tania Amelinda (15) dan Maulida Lailatul (9) membantu mengumpulkan uang dari celengan mereka untuk disumbangkan ke RSUD Kabupaten Bekasi. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

Cikarang, Bekasi (ANTARA) - Kakak beradik bernama Tania Amelinda (15) dan Maulida Lailatul (9) menyumbangkan celengan hasil menyisihkan sebagian uang jajan untuk membantu Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi memenuhi kebutuhan alat pelindung diri untuk tenaga medis selama masa pandemi COVID-19.

Dua anak warga Taman Tridaya Indah 1 di Desa Tridaya Sakti, Kecamatan Tambun Selatan, tersebut menyerahkan uang Rp2.270.000 yang mereka tabung dalam beberapa tahun terakhir kepada Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi, Sumarti.

"Anak saya melihat pemberitaan mengenai pandemi virus corona yang terus mewabah dan sulitnya petugas medis mendapatkan APD," kata Taih Minarno, orangtua kedua anak itu, di Cikarang, Selasa.

Taih Minarno mengatakan bahwa anaknya Maulida sering bertanya mengenai pentingnya alat pelindung diri bagi tenaga medis yang menangani pasien COVID-19. 

"Si Amel kakaknya juga mengaku tergerak hatinya dan ingin menyumbangkan tabungan pula dengan tujuan membantu petugas medis membeli APD," kata dia.

Menurut dia, kedua anaknya berharap pandemi COVID-19 segera berakhir dan bisa bisa kembali belajar di sekolah bersama teman-teman.

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi Sumarti mengapresiasi aksi kakak beradik Tania dan Maulida membantu rumah sakit menangani pasien COVID-19.

"Niat mulia membantu sesama memang tidak mengenal usia," kata Sumarti.

"Mereka masih kecil, tapi punya kepedulian yang luar biasa, membantu dokter yang menangani pasien COVID-19. Apa yang dilakukan kedua bocah tersebut akan memberikan dorongan moral kepada warga lainnya untuk melakukan hal serupa," ia menambahkan.

Ia mengatakan bahwa rumah sakit membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan alat pelindung diri bagi petugas medis.

"Kebutuhannya sangat tinggi, masker bedah saja setiap harinya kita butuh 25 sampai 30 boks, satu boks isi 50. Kemudian belum lagi masker yang N95, belum lagi face seal (pelindung wajah). Banyaklah kebutuhannya dan rata-rata itu disposable (sekali pakai). Belum juga baju yang dipakai teman-teman petugas medis," katanya.

Baca juga:
UAE kirimkan bantuan medis penanganan COVID-19 ke Indonesia
Uni Eropa beri bantuan 350 juta euro dukung ASEAN lawan COVID-19
Pewarta : Pradita Kurniawan Syah
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020