Dua kru kapal KM Bukit Raya reaktif pada rapid test di Tanjung Priok

Dua kru kapal KM Bukit Raya reaktif pada rapid test di Tanjung Priok

KM Bukit Raya milik PT PELNI saat bersandar di Pelabuhan Selat Lampa, Natuna, Kepri, (9/2/2020). ANTARA/Cherman

Jakarta (ANTARA) - Dua dari 86 kru kapal KM Bukit Raya yang menjalani rapid test setelah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Senin, dinyatakan reaktif dan dirujuk ke rumah sakit.

"Pagi ini telah dilakukan pemeriksaan kesehatan serta RDT (rapid test) terhadap 86 kru KM Bukit Raya. Berdasarkan hasil tes, sebanyak 84 kru dinyatakan negatif, sedangkan dua kru lainnya menunjukkan hasil tes yang reaktif. Kini keduanya telah dirujuk ke Rumah Sakit Darurat COVID-19 untuk penanganan medis lebih lanjut," kata Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero), Yahya Kuncoro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Yahya menjelaskan sebagai tindak lanjut atas pemeriksaan kesehatan, dua orang kru juga telah melakukan pemeriksaan swab.

Pengecekan kesehatan dilakukan PT Pelni (Persero) sebagai perusahaan yang mengoperasikan KM Bukit Raya bersama KKP Tanjung Priok, sebelum nantinya kapal tersebut dikarantina dan harus berhenti beroperasi sementara (portstay).

Baca juga: 24 ABK KM Lambelu positif COVID-19 dievakuasi ke rumah sakit
Baca juga: 28 ABK KM Kelud positif COVID-19


Ia mengatakan, manajemen akan terus memantau perkembangan kesehatan kru KM Bukit Raya terutama dua orang yang saat ini dirujuk ke rumah sakit dan akan menunggu hasil pemeriksaan swab keduanya.

KM Bukit Raya direncanakan akan melakukan karantina dan portstay di Pelabuhan Tanjung Priok setelah berlayar dari Pelabuhan Pontianak pada Sabtu (18/4).

Selama kapal menunggu di pelabuhan, sesuai dengan protokol pencegahan penyebaran COVID-19, sebanyak 84 orang kru KM Bukit Raya akan menjalani isolasi mandiri dengan dengan pengawasan yang ketat serta tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Selama pelaksanaan isolasi mandiri, manajemen akan mengawasi pola aktifitas dan pola istirahat seluruh kru kapal. Kami juga akan menyediakan multivitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh di tengah situasi COVID-19," tambahnya.

Selain itu, menindaklanjuti perkembangan kesehatan satu orang Anak Buah Kapal (ABK) KM Bukit Raya yang dirawat di salah satu rumah sakit di Tanjung Pinang, Yahya mengkonfirmasi kebenaran kabar meninggalnya ABK tersebut.

Sebelumnya, berdasarkan hasil pemeriksaan swab yang diterima pada Jumat (17/4), yang bersangkutan dinyatakan positif COVID-19.

Baca juga: Pelni: Kondisi 14 ABK Kelud positif COVID-19 stabil
Baca juga: Otoritas Kesehatan Batam berhasil lacak 38 penumpang KM Kelud

"Kabar meninggalnya beliau tentu mengejutkan bagi manajemen Pelni. Dapat kami sampaikan bahwa beliau telah menjalani perawatan sejak Sabtu (11/4) dengan kondisi awal sakit pada tenggorokan dan peningkatan suhu badan. Sebelum dinyatakan positif COVID-19, yang bersangkutan juga memiliki penyakit bawaan lainnya," terang Yahya.

Sebelumnya, yang bersangkutan dirujuk ke salah satu rumah sakit setelah hasil pemeriksaan kesehatan dan rapid test yang dilakukan oleh KKP Tanjung Pinang menunjukkan bahwa ABK tersebut terindikasi sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

"Manajemen terus memantau perkembangan kesehatan beliau, hingga hari ini dinyatakan tutup usia," tutup Yahya.

KM Bukit Raya adalah salah satu kapal milik PT PELNI (Persero) dengan kapasitas 1000 pax. Kapal tersebut melayani rute Tanjung Priok - Blinyu - Kijang - Letung - Tarempa - Natuna - Midai - Serasan - Pontianak - Surabaya - Pontianak - Serasan - Midai - Natuna - Tarempa - Letung - Kijang - Blinyu - Tanjung Priok.

Baca juga: 56 penumpang dan ABK KM Dobonsolo dikarantina di Ambon
Baca juga: 39 ABK KM Kelud dikarantina di RS Galang


 
Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020