Kemarin, kasus COVID-19 naik hingga alat tes cepat COVID buatan lokal

Kemarin, kasus COVID-19 naik hingga alat tes cepat COVID buatan lokal

Mikrograf elektron scan berwarna dari sebuah sel apoptotik (merah) terinfeksi partikel virus SARS-COV-2 (kuning), yang juga dikenal sebagai virus korona baru, diisolasi dari sebuah sampel yang diambil dari pasien. Gambar difoto di NIAID Integrated Research Facility (IRF) di Fort Detrick, Maryland. ANTARA FOTO/Institute of Allergy and Infectious Diseases, NIH/Handout via REUTERS/hp.

Jakarta (ANTARA) - Terdapat sejumlah berita humaniora kemarin, Senin (6/4), yang masih menarik untuk dibaca pagi ini mulai dari bertambahnya jumlah pasien COVID-19 di Indonesia hingga kesiapan produksi dalam negeri 100 ribu alat tes cepat COVID-19.

 

Adapun beritanya sebagai berikut:

 

Jubir: 192 sembuh, 2.491 kasus positif COVID-19 di Indonesia

 

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia hingga Senin, 6 April pukul 12.00 WIB tercatat sebanyak 2.491 kasus, dengan rincian pasien sembuh sebanyak 192 orang, sementara 209 meninggal dunia.

 

Dia menjelaskan, pasien yang sembuh bertambah 28 orang, sementara yang meninggal bertambah 11 orang.

 

Baca beritanya: di sini

 

Pemerintah ingatkan risiko tinggi penularan corona saat berpergian

 

Pemerintah mengingatkan warga mengenai risiko tinggi penularan virus corona penyebab COVID-19 saat bepergian selama masa wabah seperti sekarang.

 

"Risikonya terlalu tinggi kalau berpergian dalam situasi seperti ini, sebab akan ada perjalanan panjang yang dilalui dan sangat mungkin bertemu banyak orang," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB Jakarta, Senin.

 

Simak beritanya: di sini

 

WHO sebut berjemur sinar matahari tak bisa cegah COVID-19

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan berjemur sinar matahari dengan termperatur lebih dari 25 derajat Celcius tidak bisa mencegah infeksi virus corona baru atau COVID-19.

 

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi WHO di Jakarta, Senin, bahwa virus SARS-CoV 2 penyebab COVID-19 tetap bisa menginfeksi manusia meskipun berada di negara dengan suhu yang panas sekalipun.

 

Baca beritanya: di sini

 

Menristek siapkan 100 ribu rapid test Covid-19

 

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menyebutkan saat ini sedang disiapkan produksi 100 ribu alat tes cepat COVID-19.

 

"Yang rapid test, yang berbasis antigen, perkembangannya dalam waktu 1-2 bulan bisa diproduksi sebanyak 100 ribu, sambil gugus tugas mendatangkan rapid test dari luar negeri," kata Bambang saat konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Senin.

 

Simak beritanya: di sini

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2020