Pangdam Jaya pimpin RS Darurat Wisma Atlet

Pangdam Jaya pimpin RS Darurat Wisma Atlet

Petugas kesehatan memeriksa alat kesehatan di ruang IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran itu siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/hp.)

Bogor (ANTARA) - Pemerintah telah mengubah Wisma Atlet Kemayoran Jakarta menjadi rumah sakit darurat untuk menangani pasien positif COVID-19 dan Satgas COVID-19 menunjuk Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Eko Margiyono untuk memimpin rumah sakit tersebut.

"Saya mendapat tugas untuk memimpin Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet ini," kata Mayjen TNI Eko Margiyono seperti dikutip melalui siaran persnya, Sabtu.

Sebagai pemimpin Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, Eko Margiyono akan bertanggung jawab pada operasional harian rumah sakit.

Sejak dibuka operasionalnya pada Senin (23/3), Rumah Sakit Wisma Atlet Kemayoran telah menampung 208 pasien positif COVID-19.

Jika jumlah pasien positif terus bertambah, pemerintah menyiapkan antisipasi dengan menyiagakan dua tower tambahan sebagai ruang perawatan. "Kalau skenario bertambah buruk, kita bisa gunakan skenario berikutnya, yaitu tower empat dan lima," kata Eko.

Baca juga: Ragunan perpanjangan masa penutupan sampai 12 April
Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono saat memberikan keterangan di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020). ANTARA/Yogi Rachman/am.
Pemerintah telah menyiagakan dua tower di Wisma Atlet sebagai lokasi khusus perawatan, yakni tower enam dan tower tujuh. Satu tower dikhususkan untuk tempat penginapan petugas kesehatan, relawan dan perawat serta satu tower lainnya menjadi pusat operasi satgas.

Eko mengatakan, RS Darurat Wisma Atlet terus meningkatkan fasilitas maupun sumber daya. "Peningkatan ini tetap dibutuhkan guna mengantisipasi jumlah pasien yang bisa terus bertambah," katanya.

Dari hasil simulasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta, ada banyak skenario dan skenario terburuknya bisa mencapai 6.000-8.000 pasien positif.

Menurut Eko, ada banyak pihak terlibat dalam menyiapkan sarana dan prasarana RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, antara lain, Kementerian Kesehatan, Kementerian PUPR, Kementerian BUMN, TNI, Polri dan relawan.
Baca juga: AJI Jakarta kecam konferensi pers tatap muka Kemenkomarves
Pewarta : Riza Harahap
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020