Perlintasan di Nunukan perlu diperketat cegah corona dari Malaysia

Perlintasan di Nunukan perlu diperketat cegah corona dari Malaysia

Konsulat Republik Indonesia Tawau. ANTARA/HO-KRI Tawau/Emir Faisal

Nunukan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara perlu waspada dengan memperketat jalaur-jalur pelintasan ilegal untuk mengantisipasi virus corona baru atau COVID-19 yang terus mewabah di Sabah, Malaysia.

Hal ini diungkapkan Konsul RI Tawau, Sabah, Sulistijo Djati Ismoyo melalui sambungan telepon dari Nunukan, Kamis sekaitan dengan masih adanya TKI/WNI yang pulang secara diam-diam walaupun Pemerintah Malaysia telah menutup akses keluar masuk.

Baca juga: 50.000 warga AS di LN mungkin perlu dibantu pulang

Ia mengakui, sangat sulit menutup akses ilegal antara Kabupaten Nunukan dengan Negeri Sabah sehingga seringkali dimanfaatkan TKI ilegal untuk jalur keluar masuk.

Namun, kata Djati, pasca mewabahnya virus corona di Sabah maka tingkat kewaspadaan di Kabupaten Nunukan perlu diperketat agar virus ini tidak ikut menyeberang ke daerah itu.

Baca juga: China, AS diharap kesampingkan perbedaan dalam KTT G20 terkait corona

Konsul RI Tawau ini mengharapkan, aparat di Kabupaten Nunukan memang patut melakukan langkah pencegahan dengan mengawasi jalur-jalur perlintasan ilegal tersebut.

"Supaya virus corona dari Sabah tidak menyeberang ke Nunukan maka jalur perlintasan harus dijaga ketat oleh aparat setempat," harap dia.

Baca juga: Nadiem : Negara kita dalam kondisi "perang" melawan COVID-19

Selama pemberlakuan kebijakan pengawalan pergerakan oleh Pemerintah Malaysia dengan menutup akses keluar masuk sejak 18 Maret 2020, masih sering terjadi penyeberangan TKI dari Sabah menggunakan jalur ilegal.

Puluhan TKI yang pulang dari Malaysia ke daerah asal telah menjadi orang dalam pemantauan (ODP) COVID-19 di Sulsel.

Jalur ilegal banyak berada di Pulau Sebatik dan Kecamatan Seimenggaris Kabupaten Nunukan.
 
Pewarta : Rusman
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020