Pedagang alat kesehatan mahal di Pasar Pramuka ditangkap polisi

Pedagang alat kesehatan mahal di Pasar Pramuka ditangkap polisi

Perumda Pasar Jaya mendistribusikan kardus berisi alat kesehatan masker ke toko Jakmart di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur. (ANTARA/Andi Firdaus).

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur menangkap seorang pedagang alat kesehatan di Pasar Pramuka atas tuduhan menjual produk ilegal dengan harga tidak wajar, Selasa siang.

"Pedagang ini menjual alat kesehatan dengan harga mahal dan barangnya ilegal," kata Kapolrestro Jaktim Kombes Pol Arie Ardian saat memimpin operasi penangkapan di Pasar Pramuka, Matraman Jakarta.

Menurut Arie, barang bukti yang disita petugas dari toko pedagang tersebut berupa cairan antiseptik tanpa izin edar dari otoritas terkait serta diduga kuat barang palsu.

Polisi juga menemukan sejumlah produk masker yang dijual dengan harga tidak wajar.

Baca juga: Pedagang di Pasar Pramuka raup omzet berlipat
Baca juga: Harga masker meroket karena harga tinggi dari distributor


"Satu orang kita amankan karena menjual masker dengan harga mahal, jauh di atas harga pasaran," katanya.

Pedagang tersebut juga diketahui melakukan penimbunan masker di salah satu gudang di pasar tersebut.

Dalam operasi itu polisi turut menyosialisasikan imbauan kepada konsumen untuk menjaga jarak aman, selama bertransaksi ataupun mengantre pembelian barang.

Manager Area Perumda Pasar Jaya Sion Purba mengemukakan peristiwa penangkapan itu menjadi bahan evaluasi bagi jajarannya untuk lebih selektif dalam mengawasi aktivitas niaga di pasar tersebut.

Baca juga: Anies sebut harga masker tidak masuk akal
Baca juga: Polda Metro Jaya sidak penjualan masker di Pasar Pramuka


"Kita akan menindak tegas pedagang yang masih menjual alat kesehatan dengan harga tinggi dan tidak wajar," katanya.

Perilaku pedagang yang melepas harga di luar kesepakatan dengan pengelola pasar akan dikenakan sanksi hingga penutupan usaha.

"Karena tidak sesuai dengan harga yang kita sepakati. Kami sudah ada MoU dengan pedagang soal harga barang," katanya.
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020