Unja bantu RSUD Raden Mattaher dalam pelayanan tanggap darurat

Unja bantu RSUD Raden Mattaher dalam pelayanan tanggap darurat

Rektor Unja Prof Dr H Sutrisno saat berdiskusi terkait dengan sinergitas Unja dengan RSUD Raden Mattaher Jambi terkait bantuan pelayanan tanggap darurat dalam membantu penanganan COVID-19. ANTARA/HO-Humas Unja

Jambi (ANTARA) - Universitas Jambi (Unja) melalui Fakultas Kedokteran dan Kesehatan membantu RSUD Raden Mattaher dalam penanganan kasus COVID-19 dalam pelayanan tanggap darurat.

"Unja telah bekerja sama dengan Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi mengenai pencegahan COVID-19, secara teknis dilakukan oleh Dekan Fakultas Kedokteran dan pihak rumah sakit itu," kata Rektor Universitas Jambi Prof Dr H Sutrisno di Jambi, Senin.

Ia berharap dengan sinergitas tersebut, diharapkan langkah yang dilakukan dapat membantu penanganan COVID-19.

Sementara itu Dekan FKIK, Dr dr Herlambang Sp.OG,KFM mengatakan bahwa saat ini FKIK juga telah bekerja sama dengan RS mitra Unja dalam mengantisipasi COVID-19.

Baca juga: Korem 042/Gapu siagakan tenda untuk isolasi pasien
Baca juga: Kapolda Jambi pimpin apel upaya pencegahan penyebaran virus corona


"Dalam rangka pencegahan dan mengantisipasi COVID-19 yang sedang pandemi, kami berkolaborasi dengan rumah sakit mitra Unja dalam mengantisipasi penyebaran virus. Hal-hal yang terkait pembelajaran baik itu akademik dan pembelajaran magang di rumah sakit mitra, kita mengantisipasi dan memberikan suport dalam hal pencegahan," kata Dekan.

Herlambang juga menyebutkkan, pembelajaran dengan kontak langsung akan dialihkan sementara menjadi proses pembelajaran e-Learning.

Sementara itu Wakil Direktur SDM Sarana dan Prasarana RS Raden Mattaher HM Safrizal dalam keterangannya menyampaikan langkah yang telah dilakukan rumah sakit itu dalam penanganan COVID-19.

“Saat ini kita bekerja dengan semua pihak termasuk dengan Unja mengenai pelayanan tanggap darurat. RS Raden Mattaher telah menyiapkan instrumen dalam merespon pandemi ini," katanya.

Yakni melaksanakan Instruksi Gubernur terkait dengan pencegahan virus corona, kemudian membuat Surat Edaran Nomor 13/RSUD/3.1/III/2020 tentang penyebaran pencegahan virus corona dan juga penanganan untuk menyiapkan ruang isolasi pasien yang diduga terkena virus.

Baca juga: Himpsi Jambi sebut pendampingan psikologi penanganan COVID-19 penting
Baca juga: Kecuali mendesak, Jambi imbau warga tak ke luar negeri


Safrizal berharap, dengan mengambil langkah-langkah tersebut diyakini dapat mengatasi wabah penyakit ini.

"Harapan kita bersama, penyebaran virus ini bisa dikendalikan bahkan diatasi," katanya.

Khusus kepada dokter, perawat, bidan dan tenaga kesehatan di rumah sakit, pihaknya memberi motivasi untuk tetap semangat bekerja berdasarkan protokoler yang telah disiapkan.

Sementara itu Rektor Unja Prof Sutrisno menambahkan dengan meningkatnya intensitas penyebaran COVID-19, maka Universitas Jambi menghimbau agar seluruh Keluarga Besar Unja untuk tetap tenang dan mengedepankan rasionalitas tanpa mengurangi kewaspadaan dalam menyikapi situasi terbaru.

"Tetap tenang, waspada dan selalu menyikapinya dengan hati-hati," katanya.

Dalam penyelenggaraan proses belajar dapat melakukan pembelajaran dalam jaringan (daring) yaitu menggunakan e-learning management sistem yang ada di Unja maupun sarana dan media serta model pembelajaran lain yang bersifat online untuk mengatasi dan untuk mencegah interaksi antar mahasiswa dan dosen yang sifatnya kontak langsung.

Baca juga: Pemprov: warga Jambi yang diobservasi di Natuna negatif virus corona
Baca juga: RSUD Mattaher Jambi rawat pasien yang baru pulang dari Wuhan


 
Pewarta : Syarif Abdullah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020