Berita politik kemarin, dari ojek daring demo di DPR hingga pusat data

Berita politik kemarin, dari ojek daring demo di DPR hingga pusat data

Pengemudi ojek daring menggelar demonstrasi di depan Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat. (ANTARA/Imam Budilaksono)

Jakarta (ANTARA) - Beberapa berita politik selama Jumat (28/2) menjadi perhatian pembaca dan masih menarik untuk dibaca, dari pengemudi ojek daring berunjuk rasa di DPR sampai pemerintah akan membuat peraturan investasi pusat data di Indonesia.

Berikut rangkuman berita politik yang masih layak disimak pagi ini.

1. Ojek daring demo di DPR protes Nurhayati Monoarfa

Ratusan pengemudi ojek daring menggelar demonstrasi di Gedung Parlemen, Jakarta Pusat, memprotes pernyataan Wakil Komisi V DPR, Nurhayati Monoarfa, yang mewacanakan pembatasan sepeda motor agar tidak melintas di jalan nasional.

Selengkapnya dapat dibaca di sini.

2. Presiden ingatkan wajib pajak isi SPT tepat waktu

Presiden Joko Widodo mengingatkan semua pihak yang telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk segera melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak tepat waktu.

Selengkapnya dapat dibaca di sini.

3. Aplikasi e-Rekap ditargetkan rampung Maret 2020

Komisi Pemilihan Umum menargetkan aplikasi sistem rekapitulasi elektronik (e-Rekap) bisa dirampungkan pada Maret atau sebelum tahapan penyiapan logistik Pilkada serentak 2020.

Selengkapnya di sini.

4. WNI kombatan ISIS bertambah jadi 699 orang

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menyebutkan data warga negara Indonesia yang pernah menjadi kombatan ISIS terus bertambah, kini mencapai 699 orang.

Selanjutnya dapat dibaca di sini.

5. Aturan investasi pusat data

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan akan seera mengeluarkan peraturan untuk mempercepat investor dalam mengambil keputusan terkait invetasi pusat data di Tanah Air.

Selangkapnya dapat dibaca di sini.
Pewarta : Dyah Dwi Astuti
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020