Fraksi Gerindra panggil kader pengusul RUU Ketahanan Keluarga

Fraksi Gerindra panggil kader pengusul RUU Ketahanan Keluarga

Lambang Partai Gerindra. (antara/istimewa) (antara/istimewa/)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan fraksinya akan memanggil kadernya yaitu Sodik Mudjahid yang menjadi salah satu pengusul Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketahanan Keluarga, untuk dimintai klarifikasi terkait usulannya tersebut.

"Iya itu pasti (minta klarifikasi). Kami ada rencana untuk meminta klarifikasi dari Pak Sodik sebagai pengusul," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.

Dia menilai sebagian besar anggota Fraksi Gerindra sudah menyatakan tidak mendukung atas RUU tersebut namun sikap fraksi akan diputuskan.

Menurut dia, RUU Ketahanan Keluarga bukan usul inisiatif DPR ataupun fraksi sehingga Fraksi Gerindra tidak bisa menyatakan mencabut dukungan karena sejak awal bukan sebagai pengusul.

"Karena itu pada saat ini (Fraksi Partai Gerindra) tidak bisa menyatakan mencabut dukungan apa pun karena kami tidak pernah menjadi pengusul secara fraksi," ujarnya.

Menurut Dasco, sebagian besar anggota Fraksi Partai Gerindra sedang menginventarisir poin-poin yang ada dalam RUU Ketahanan Keluarga yang menimbulkan polemik di masyarakat.

Dia menilai polemik dan kontroversi terkait beberapa poin-poin di RUU tersebut terlihat dari pendapat publik yang disampaikan kepada DPR maupun terlihat di media sosial.

"Tentunya ini harus menjadi perhatian lebih besar bagi kami sebelum kemudian melakukan pembahasan lebih lanjut terhadap RUU tersebut," katanya.

Sebelumnya, lima anggota DPR mengusulkan RUU Ketahanan Keluarga yaitu Ledia Hanifa dan Netty Prasetiyani (F-PKS), Ali Taher (F-PAN), Sodik Mudjahid (Fraksi Gerindra), dan Endang Maria Astuti (Fraksi Partai Golkar).

Baca juga: RUU Ketahanan Keluarga dinilai legitimasi perempuan "tiyang wingking"

Baca juga: F-NasDem: RUU Ketahanan Keluarga tidak perlu

Baca juga: Menko PMK pastikan akan bahas RUU ketahanan keluarga
Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2020