Pangdam Hasanuddin terima 600 personel pascabangun jembatan di Papua

Pangdam Hasanuddin terima 600 personel pascabangun jembatan di Papua

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka di sela upacara penyambutan Satgas Operasi Pengamanan Pembangunan Infrastruktur Jembatan Jalan Trans Papua yang digelar di Pelabuhan Makassar, Senin (20/1/2020). ANTARA/Suriani Mappong/aa.

Makassar (ANTARA) - Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka menerima 600 personel yang telah bertugas di Papua untuk mendukung pembangunan infrastruktur khususnya pembangunan tiga unit jembatan selama 10 bulan.

"Personel ini adalah mereka yang sudah berhasil melaksanakan tugasnya di sana," kata Andi Sumangerukka disela upacara penyambutan Satgas Operasi Pengamanan Pembangunan Infrastruktur Jembatan Jalan Trans Papua yang digelar di Pelabuhan Makassar, Senin.

Baca juga: Presiden Jokowi resmikan Jembatan Youtefa di Jayapura

Baca juga: Wamen PUPR : Jembatan Holtekam komitmen Presiden Jokowi bangun Papua

Baca juga: Trans-Papua terhubung kembali setelah jembatan diperbaiki


Dia mengatakan, sebanyak 600 personel itu terdiri dari Satgas Yonif Para Rider 431/13/3 Kostrad sebanyak 450 personel dan Satgas Yonzipur 8/Sakti Mandra Guna 150 personel.

Menurut dia, tugas tersebut terkait dengan upaya membuka akses daerah Papua dan mewujudkan pembangunan infrastruktur secara merata sesuai dengan Program Nawacita Presiden Joko Widodo.

Diakui dalam menjalankan tugas tersebut, tentu tidaklah mudah karena banyaknya tantangan yang harus dihadapi di lapangan.

Hal itu dibenarkan Komandan Yonzipur 8/SMG Letkol Czi Catur Witanto.

Menurut dia, dalam menjalankan tugas 10 bulan di Papua, tantangan terberat yang dihadapi selain kondisi medan yang berat karena wilayah pegunungan dan lembah, juga cuaca ekstrem yang sangat dingin, bahkan suhunya bisa di bawah 0 derajat Celcius.

"Kondisi cuacanya sangat dingin dibandingkan Makassar, sehingga personel kami harus beradaptasi dengan kondisi di lapangan," katanya.

Tantangan terberat lainnya adalah kondisi keamanan yang belum kondusif yang dapat menghambat pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Nduga dan Kenyam, Provinsi Papua. Setidaknya pernah terjadi lebih dari 10 kali kontak senjata dengan oknum yang ingin menggagalkan pembangunan infrastruktur itu.

Di lokasi itu, personel TNI meskipun melalui beberapa tantangan berat namun dalam masa tugasnya mampu menyelesaikan pembangunan tiga unit jembatan dengan panjang bervariasi, yakni 15 meter, 30 meter dan 200 meter.
 
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka disela upacara penyambutan Satgas Operasi Pengamanan Pembangunan Infrastruktur Jembatan Jalan Trans Papua yang digelar di Pelabuhan Makassar, Senin (20/1/2020). ANTARA Foto/Suriani Mappong
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 1970