KPK: Tersangka korupsi proyek infrastruktur Sidoarjo bisa bertambah

KPK: Tersangka korupsi proyek infrastruktur Sidoarjo bisa bertambah

Direktur PT Rudi Jaya, Ibnu Ghofur (kiri) berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa kasus dugaan pemberian suap kepada Bupati Sidoarjo terkait proyek infrastruktur di gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/1/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengatakan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa atau proyek infrastruktur Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang melibatkan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah bisa saja bertambah.

"Kalau memang ditemukan ada keterlibatan pihak-pihak lain, maka bisa dilakukan pengembangan dengan menetapkan tersangka lainnya," katanya di sela-sela menghadiri acara pengukuhan Prof Hary Djatmiko, anggota hakim agung menjadi guru besar Fakultas Hukum Universitas Jember di Auditorium kampus setempat, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu.

Baca juga: "Somasi" apresiasi pengungkapan kasus korupsi di Sidoarjo

Menurutnya KPK sudah mengamankan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dalam kegiatan operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Selasa (7/1) dan yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan barang dan jasa, sehingga dilakukan penahanan di ruang tahanan KPK.

"Kami juga sudah melakukan penggeledahan dan dilakukan penyitaan, serta ditemukan sejumlah uang kalau tidak salah sekitar 64 ribu dolar Amerika Serikat, 35 ribu dolar Singapura, dan ada uang rupiah sekitar Rp6,5 miliar totalnya," tuturnya.

Baca juga: KPK sita Rp1 miliar hasil geledah rumah dinas Bupati Sidoarjo

Selain itu, lanjut dia, penyidik KPK juga sudah menyita beberapa dokumen yang dibutuhkan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa tersebut setelah dilakukan penggeledahan di beberapa tempat.

Sebelumnya KPK telah menangkap Saiful Ilah dan beberapa pihak lainnya di Sidoarjo terkait pengadaan barang dan jasa pada Selasa (7/1). Dalam operasi tangkap tangan (OTT) itu, KPK menyita uang senilai Rp1.813.300.000.

Saiful Ilah diduga menerima suap senilai total Rp550.000.000 dari pihak swasta terkait proyek infrastruktur di Kabupaten Sidoarjo.

Baca juga: KPK bawa koper biru geledah rumah dinas Bupati Sidoarjo

Baca juga: Bupati Sidoarjo membantah terima uang suap terkait proyek

Baca juga: Petugas KPK sita dua koper berkas Dinas PUBMSDA Sidoarjo
Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020