Prancis peringatkan warga negaranya tak bepergian ke Iran dan Irak

Prancis peringatkan warga negaranya tak bepergian ke Iran dan Irak

Kru dek penerbangan bekerja di antara pesawat tempur Rafale (kiri) dan Super Etendard dengan bendera Perancis yang berkibar diatas kapal induk bertenaga nuklir Charles de Gaulle sebelum berangkat dari pangkalan udara Toulon, Perancis, Rabu (18/11). Kapal induk Prancis, Charles de Gaulle, akan dikerahkan untuk mendukung operasi memberantas Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). (REUTERS/Jean-Paul Pelissier)

Paris (ANTARA) - Pemerintah Prancis pada Selasa memperingatkan warga negaranya untuk tidak bepergian ke Iran dan juga Irak, mengingat situasi keamanan "yang sangat tidak stabil".

Kementerian Luar Negeri juga mengimbau warga negara Prancis yang sementara ini tidak  meninggalkan negara-negara tersebut dan sangat berhati-hati.

Menurut pernyataan, mereka diminta membatasi perjalanan di Iran dan juga Irak serta menghindari pertemuan.

Sebelumnya, Otoritas Inggris telah memperingatkan warga negaranya untuk menghindari semua perjalanan ke Irak, di luar kawasan Kurdistan. Pihaknya juga meminta agar tidak melakukan perjalanan ke Iran kecuali penting menyusul kematian komandan Iran Qassem Soleimani di Baghdad.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Belanda juga meminta warga negaranya untuk meninggalkan Baghdad "jika hal itu memungkinkan dengan cara yang aman."

Sumber: Reuters
Baca juga: Menlu Prancis tegaskan koalisi terus berjuang melawan ISIS di Irak
Baca juga: Presiden Prancis Macron bahas situasi Timur Tengah dengan Irak dan UEA
Baca juga: Pengadilan Irak vonis mati dua orang Prancis karena jadi anggota IS
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020