Longsor terjadi di Kaloran dan Pringsurat Temanggung

Longsor terjadi di Kaloran dan Pringsurat Temanggung

Ilustrasi - Petani beraktivitas di perladangan berlatar belakang perbukitan yang dijadikan lahan pertanian di Desa Canggal, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah, Senin (18/3/2019). Kurangnya kesadaran sebagian warga sekitar hutan akan pentingnya pelestarian alam mengakibatkan penjarahan hutan milik Perhutani untuk lahan pertanian sehingga dikhawatirkan bisa mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/pras.

Temanggung (ANTARA) - Bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Kaloran dan Pringsurat Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengakibatkan beberapa rumah warga rusak.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi di Temanggung, Kamis, mengatakan di Pringsurat longsor terjadi di Dusun Gedawung, Desa Karangwuni terjadi pada Rabu (1/1) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

"Kronologinya hujan deras melanda kawasan tersebut sejak siang hari hingga malam mengakibatkan tebing setinggi 7 meter dengan panjang 10 meter longsor mengakibatkan rumah Daryanto (60), rusak tertimpa material longsor. Beruntung saat kejadian Daryanto dan keluarganya berhasil menyelamatkan diri," katanya.

Material longsor menimpa dinding rumah dan mengakibatkan dinding sepanjang empat meter jebol dan keluarga Daryono mengungsi di rumah saudaranya.

Baca juga: 103 desa/kelurahan Temanggung rawan bencana longsor

Baca juga: Temanggung siagakan posko antisipasi bencana alam

Baca juga: Korban talut longsor di Temanggung ditemukan tewas


Gito menyebutkan di Desa Kalimanggis, Kecamatan Kaloran, longsor terjadi di Dusun Jagang dan Dusun Kalisat. Di Dusun Jagang talud sepanjang 15 meter dengan tinggi 6 meter longsor akibat tidak mampu menahan volume air, material turun ke bawah tepat di sisi jalan provinsi penghubung Temanggung dan Semarang via Sumowono.

Sedikitnya tiga rumah terkena material longsor, yakni milik Heru Salim (42), Mukadi (67), Turyanto (62). Namun, hingga siang hari material sudah dibersihkan oleh warga, akan tetapi kondisi tebing masih berpotensi untuk longsor kembali.

"Di Dusun Kalisat longsor terjadi pukul 01.00 dini hari, tebing setinggi 18 meter dengan lebar 10 meter ambrol, tepatnya di belakang Vihara Akalika Dharma dan di samping masjid. Akibat kejadian ini jalan kampung dari Dusun Kalisat ke Dusun Semanding sempat tertutup, tapi kini telah diatasi oleh warga," katanya.

Gito menuturkan terkait kejadian longsor tersebut, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, antara lain asesmen/pendataan, koordinasi dengan pemerintah desa, dan memberikan bantuan logistik.*
Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020