RPH Kota Magelang dilengkapi penggantung karkas elektrik

RPH Kota Magelang dilengkapi penggantung karkas elektrik

Petugas sedang menguliti daging sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Canguk, Kota Magelang (Dinas Peternakan Kota Magelang)

Magelang (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang melengkapi rumah potong hewan (RPH) dengan elektric railing system (ERS) sebagai sistem penggantungan karkas guna meminimalkan kontaminasi bakteri terhadap hewan yang telah disembelih.

"'Railing system' secara elektrik berfungsi untuk menggantung karkas atau hewan setelah dipotong sehingga memudahkan proses menguliti dan meminimalkan dari kontaminasi bakteri," kata Kepala Disperpa Kota Magelang Eri Widyo Saptoko dalam keterangan tertulis di Magelang, Selasa.

Ia menjelaskan operasional sistem itu dilengkapi sembilan katrol elektrik dan satu timbangan digital.

Keberadaan "railing system" juga menunjang upaya Disperpa Kota Magelang untuk pencapaian RPH setempat terhadap sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV).

Ia menjelaskan melalui pemanfaatan alat itu, air dan darah dapat turun dan keluar dari leher ternak yang telah disembelih.

Nantinya, katanya, proses pengulitan tidak lagi dengan meletakkan hewan yang telah disembelih di bawah, sehingga kualitas daging lebih bersih, sehat, dan awet.

"Diharapkan dengan sistem ini akan mempercepat proses pelayanan pemotongan hewan," katanya.

Namun demikian, Eri mengungkapkan bahwa penggunaan alat itu perlu didukung dengan peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petugas.

Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi, pendampingan, dan peningkatan kompetensi petugas yang akan menjalankan peralatan tersebut.

Rumah Potong Hewan Kota Magelang setiap hari rata-rata melayani pemotongan sapi 9-12 ekor, sedangkan setiap menjelang Lebaran bisa meningkat hingga 15 ekor.

Langkah Disperpa tersebut mendapat apresiasi dari Komisi B DPRD Kota Magelang saat berkunjung ke RPH Canguk belum lama ini.

Ia mengatakan bahwa dewan setempat mendukung upaya Disperpa yang terus memodernisasi sarana dan prasarana RPH terbesar ke-7 di Provinsi Jawa Tengah itu.

Pihaknya juga telah melakukan langkah-langkah edukasi kepada para pelaku utama peternakan di daerah dengan tiga kecamatan dan 17 kelurahan itu, dengan harapan terjadi peningkatan pelayanan kepada masyarakat veteriner di RPH setempat.

Selain itu, katanya, RPH Kota Magelang menjadi garda terdepan dalam penyediaan daging hewan yang ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) bagi masyarakat.
 
Pewarta : M. Hari Atmoko
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019