403 ruko akan dibangun oleh pengusaha asli Papua

403 ruko akan dibangun oleh pengusaha asli Papua

Wamen PUPR Jhon Wempi Wetipo (kiri), Menkopolhukam Mahfud MD (tengah) dan pemandu acara Victor Abaidata dalam forum komunikasi Menkopolhukam dengan mahasiswa dan pemuda Papua di Kota Jayapura, Sabtu (30/11) (ANTARA / Alfian Rumagit)

Jayapura (ANTARA) - Sebanyak 403 rumah toko (ruko), sejumlah rumah dan kantor Bupati Kabupaten Jayawijaya, Papua akan dibangun oleh pengusaha asli Papua.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Wamen PUPR) Jhon Wempi Wetipo ketika mendampingi Menkopolhukam Mahfud MD dalam forum komunikasi Menkopolhukam dengan mahasiswa dan pemuda Papua di Kota Jayapura, Sabtu mengatakan ratusan ruko ini akan dibangun oleh pengusaha asli Papua dan berjanji akan dampingi hal ini.

Untuk itu, mantan Bupati Jayawijaya dua periode itu meminta kepada pada pemuda atau pengusaha asli Papua membentuk suatu usaha untuk menjemput peluang pembangunan yang sedang digalakkan oleh pemerintah.

Baca juga: Usulan pemekaran Provinsi La Pago mengemuka di hadapan Menkopolhukam
Baca juga: Mahfud MD silahturahmi ke pengurus HMI dan KAHMI Papua


"Tapi ingat, harus berusaha. Ini contoh untuk pembangunan di Wamena. Yang pastinya pengusaha orang asli Papua mendapat perhatian," katanya.

Soal adanya permintaan untuk mengambil alih tugas dari Dinas PU Provinsi Papua, Wamen PUPR menyampaikan itu bukan menjadi ranahnya.

"Jadi, ada yang kirim pesan untuk minta ambil alih PU Papua, saya katakan tidak bisa campuri orang punya urusan, karena itu berada dalam instansi lainnya," kata Jhon Wempi Wetipo.

Baca juga: Ke Papua jelang HUT OPM, Mahfud: Kunjungan biasa
Baca juga: Reuni 212, Mahfud ingatkan jangan timbulkan keributan


Namun sebelumnya, Wamen memberikan pernyataan tersebut, Leo Himan, salah satu pemuda Papua meminta agar ada pemberdayaan untuk orang asli Papua dalam hal mengurus proyek.

"Berikanlah kami kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan, urus proyek agar pemerataan itu kami rasakan, karena saya dari dulu tidak pernah urus dan dapat proyek, kalau bisa ganti kepala satker yang tidak jalankan amanah Presiden," katanya.

Sebelumnya, Menkopolhukam Mahfud MD didampingi Wamen PUPR Jhon Wempi Wetipo dan Wagub Papua Klemen Tinal berdialog dengan tokoh Papua di Kota Jayapura.

Baca juga: Wamen dijadwalkan jadi Inspektur Upacara HUT PUPR ke 74 di Jayapura
Baca juga: Tokoh harapkan Wempi Wetipo maksimal kerja untuk Papua


 
Pewarta : Alfian Rumagit
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019