Petani multikultur dukung pemerintah kendalikan tembakau

Petani multikultur dukung pemerintah kendalikan tembakau

Forum Petani Multikultur Indonesia (FPMI) mendesak pada pemerintah yang akan menaikkan cukai rokok sebesar 23 persen di tahun 2020 harus diikuti kebijakan membantu petani melakukan diversifikasi komoditas pertanian. (ANTARA/Heru Suyitno)

Jakarta (ANTARA) - Forum Petani Multikultur Indonesia mendukung pemerintah untuk mengendalikan konsumsi tembakau secara komprehensif untuk melindungi generasi muda, salah satunya melalui kebijakan kenaikan cukai rokok.

"Kami mendukung Presiden Joko Widodo menaikkan cukai rokok, diikuti kebijakan untuk membantu petani tembakau beralih tanam," kata Ketua Forum Petani Multikultur Indonesia Istanto melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

Istanto mengatakan kebijakan alih tanam tembakau untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau Indonesia yang selama ini berbanding terbalik dengan pencapaian industri rokok yang setiap tahun masuk ke dalam daftar orang terkaya.

Baca juga: FMPI: kenaikan cukai rokok harus dibarengi kebijakan propetani
Baca juga: Legislator Jateng sebut kenaikan cukai ancam petani tembakau


Kebijakan alih tanam untuk meningkatkan kesejahteraan petani tembakau juga sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG's).

"Kebijakan alih tanam harus diikuti dengan program menyeluruh meliputi pelatihan pertanian, kesiapan pasar, penyediaan kredit, asuransi, serta informasi kondisi iklim dan tanah untuk tanaman alternatif," tuturnya.

Istanto mengatakan pihaknya juga mendorong pemerintah untuk mewujudkan lingkungan yang sehat tanpa asap rokok, iklan rokok, promosi, dan sponsor rokok untuk melindungi generasi muda.

Penggunaan tembakau menyebabkan kematian lebih dari 200.000 orang per tahun di Indonesia, juga menimbulkan masalah kesehatan terhadap petani, melibatkan pekerja anak, kemiskinan, polusi air, dan kerusakan lahan.

Baca juga: Kenaikan tarif cukai rokok diminta diimbangi penindakan rokok ilegal
Baca juga: Pabrikan rokok kecil minta pemerintah adil soal kenaikan cukai


"Kami menyadari budidaya tembakau mengancam ketahanan pangan, terutama pada masyarakat pedesaan dan berpenghasilan rendah," katanya.

Petani juga menyadari bahwa industri rokok dan investor multinasional lebih banyak memperoleh keuntungan dibandingkan petani dan pekerja pabrik yang menjadi korban rokok.

Pada saat industri rokok dan investor multinasional mendapat keuntungan besar, petani tembakau dihadapkan pada permasalahan cuaca yang tidak menentu, monopoli harga tembakau yang dilakukan industri rokok, dan sistem tata niaga tembakau yang timpang.

Baca juga: Pemuda Muhammadiyah komit kawal kenaikan cukai rokok
Baca juga: Kenaikan cukai rokok ciptakan SDM unggul dan berkualitas
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019