Putri Gubernur Sumsel raih perunggu di ajang iGEM Boston

Putri Gubernur Sumsel raih perunggu di ajang iGEM Boston

Tim Unsri Palembang meraih perunggu pada ajang Lomba International Genetecally Jambore (iGEM) di Boston, Amerika Serikat. ANTARA/HO-Pemprov Sumsel

Palembang (ANTARA) - Putri Gubernur Sumatera Selatan Ratu Tenny Leriva Herman Deru bersama empat rekan lainnya mendapat medali perunggu dalam ajang Lomba International Genetecally Jambore (iGEM) di Boston, Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Lima mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang itu meraih perunggu dengan memaparkan hasil penelitian model genetik pendeteksi kanker paru, kata Ratu Tenny Leriva Herman
Deru dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Palembang, Rabu.

Empat rekan lainnya yang menemani Ratu dalam lomba itu adalah Bella Stevanny, Aulia Ananditia Putri, Vincent Scorsinhi dan Peksi Saphira Miradalita

Paparan hasil penelitian dan ide brilian yang menginspirasi tim perwakilan dari Sumatera itu  mendapat apresiasi luar biasa dari dunia International.

Baca juga: Menpan berharap Unsri Palembang agar berkelas dunia

Terlebih bagi Pemerintah Provinsi Sumsel, mengingat mereka ini merupakan peserta pertama yang mewakili Pulau Sumatera diajang iGEM yang keberangkatannya dilepas Gubernur Sumsel H. Herman Deru menuju Boston AS akhir Oktober lalu.

Menurut Ratu Tenny Leriva Herman Deru atau yang kesehariannya lebih akrab dipanggil Iva, keberhasilan timnya dalam ajang iGEM merupakan salah satu kebanggaan karena bisa bersaing dengan peserta dari negara lainnya.

Ia menjelaskan, dalam kompetisi tersebut timnya dengan kompak merancang, membangun, menguji dan mengukur sebuah sistem rancangan menggunakan bagian biologis dan teknik biologi molekuler standar.

Kompetisi ini menurutnya, menginspirasi inovasi yang bertanggungjawab terhadap biosafety, biosecurity dan public outreach.

Baca juga: Mahasiswa Unsri deklarasikan perang melawan radikalisme dan terorisme

"Di sini kami memodifikasi bakteri e.Coli untuk membuat alat diagnosis kanker paru-paru non invasif yang dapat mendeteksi early stagenya, kami juga harus melakukan kriteria human practice dimana kami berinteraksi langsung dengan para ahli pada bidang ini dan tentunya pada masyarakat,” ujar dia.

Dia mengatakan, sebelum ikut dalam ajang iGEM, mereka telah mengadakan sejumlah seminar salah satunya seminar synthetic biologi pertama di Kota Palembang mengenai Kanker Paru-paru,

Seminar itu bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya kanker paru.

Ia berharap, kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan mengasah kemampuan akademik serta daya saing mahasiswa Unsri melalui kompetisi biosintetic and research dalam forum internasional.

"Di samping, meningkatkan eksistensi mahasiswa Indonesia khususnya Unsri dan Provinsi Sumsel di tingkat internasional,” tambah dia.

Baca juga: Unsri targetkan akreditasi internasional 2020
Baca juga: Tim Indonesia raih juara umum di Kompetisi Robot AS
Pewarta : Ujang Idrus
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019