Kementerian Kesehatan reakreditasi dua puskesmas di Sibolga

Kementerian Kesehatan reakreditasi dua puskesmas di Sibolga

Wali Kota Sibolga, Sumatera Utara Syarfi Hutauruk foto bersama dengan tim survey dari Kementerian Kesehatan, Rabu (16/10/2019) malam di Sibolga. (FOTO ANTARA/jason)

Sibolga, Sumut (ANTARA) - Kementerian Kesehatan melalui Tim Surveior Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan melakukan penilaian terhadap Puskesmas Aek Habil dan Puskesmas Pintu Angin Kota Sibolga.

"Penilaian tersebut untuk reakreditasi demi menjamin mutu bagi kedua puskesmas tersebut," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga Firmansyah Hulu di Sibolga, Kamis.

Ia mengatakan terdapat lima puskesmas di Kota Sibolga yang seluruhnya telah terakreditasi. Lima puskesmas itu, yakni Puskesmas Aek Habil dan Pelabuhan Sambas dengan kualifikasi utama, dan Puskesmas Pintu Angin, Sambas serta Aek Parombunan dengan kualifikasi madya.

"Proses penilaian reakreditasi akan berlangsung selama 3 hari, dimulai pada tanggal 17 sampai dengan 19 Oktober 2019," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk mengatakan Pemkot Sibolga terus berupaya memenuhi ketersediaan sarana prasarana, peralatan, dan sumber daya manusia.

Kemenkes Siapkan Akreditasi Puskesmas


Hal tu, katanya, dilakukan demi terpenuhinya standar pelayanan kesehatan tingkat dasar, maupun tingkat lanjutan di Kota Sibolga.

"Seluruh upaya tersebut, bertujuan untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat," katanya.

Wujud utama dari akreditasi, kata dia,  adalah bagaimana puskesmas melayani dengan ramah, serta melakukan pencegahan dan penanganan yang cepat bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Untuk menjamin terwujudnya proses dan hasil reakreditasi yang diharapkan, ia mengimbau kepada Kepala Puskesmas Aek Habil dan Puskesmas Pintu Angin, untuk menyiapkan dengan baik, seluruh data yang diperlukan untuk disampaikan kepada Tim Surveior.

"Selanjutnya kepada Tim Sueveior, jika ada kekurangan dalam penerimaan kami ini, kami mohon dimaafkan," demikian Syarfi Hutauruk.

Baca juga: Kurang dari separuh puskesmas di Indonesia yang terakreditasi

Baca juga: Kota Medan benahi fasilitas Puskesmas

Baca juga: BNN Sumut minta puskesmas diaktifkan kembali bantu penanganan penggunaan narkoba

Baca juga: Tiap Puskesmas akan diakreditasi
Pewarta : Juraidi dan jason
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019