MRI-ACT Aceh gelar aksi solidaritas atasi bencana kabut asap

MRI-ACT Aceh gelar aksi solidaritas atasi bencana kabut asap

Sejumlah tim MRI-ACT Aceh menggelar aksi solidaritas bencana kabut asap di Banda Aceh, Sabtu (21/9). ANTARA/ACT Aceh/pri

Banda Aceh (ANTARA) - Sekitar puluhan relawan tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dari berbagai daerah di Aceh bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh menggelar aksi solidaritas "Atasi Bencana Kabut Asap, Saatnya Bantu Saudara Sebangsa" di Banda Aceh, Sabtu.

Aksi mereka itu dipusatkan di Jalan Tgk M Daud Beureueh, dan peserta kompak memakai baju kaos putih. Sebagian di antaranya menutupi rompi berwarna hitam, dan menggunakan masker sebagai aksi solidaritas atas bencana kabut asap yang terjadi di Tanah Air.

Dalam aksi tersebut, peserta juga membawa spanduk yang dilengkapi "body banner" dilengkapi dengan tulisan tagar #BANTUMEREKABERNAPAS.

Baca juga: Hujan turun, kabut asap masih selimuti tiga daerah di Sumut

Kepala ACT Aceh Husaini Ismail turut dalam aksi solidaritas itu menuturkan, kegiatan ini merupakan serangkaian ajakan kepada masyarakat yang tinggal di provinsi paling barat Indonesia demi mendukung mereka yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Ia mengklaim, sejak beberapa hari lalu MRI-ACT di seluruh Aceh sudah bergerak untuk melakukan penggalangan, sebagai bentuk kepedulian masyarakat di Aceh.

"Mungkin sampai saat ini, kita masih bisa merasakan nikmatnya udara segar. Tetapi banyak saudara kita di sana yang kesulitan merasakan nikmat itu," ucapnya.

Ia melanjutkan, lebih dari 30 juta orang yang tinggal di enam provinsi meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, saat ini terpapar kabut asap.

Baca juga: Posko pengungsian PKS rawat inap 204 korban kabut asap Riau

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menetapkan keenam provinsi masuk kategori siaga darurat kebakaran hutan.

Dampak dari kebakaran hutan dan lahan berupa kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan terganggunya proses kegiatan belajar mengajar.

Ia mengatakan, dewasa ini sudah banyak komunitas baik kampus maupun masyarakat umum bergerak melakukan penggalangan tidak hanya di Aceh. Namun khusus untuk Aceh, donasi yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui ACT Aceh untuk mendukung penanganan kabut asap.

"Ayo, kita bantu saudara kita sebangsa, kita ringankan beban mereka dengan dukungan dan doa," tutur Husaini.

Baca juga: BMKG : Jarak pandang di Sumbar hanya tiga kilometer akibat kabut asap
Pewarta : Muhammad Said
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019