Pemilik pembakaran arang di Cilincing harapkan solusi pemerintah

Pemilik pembakaran arang di Cilincing harapkan solusi pemerintah

Haji Bahar (tengah), pemilik pembakaran arang batok di Kali Baru Cilincing memperlihatkan jenis arang yang dihasilkannya dari usaha pembakaran arang miliknya yang dibongkar, Kamis (19/9/2019). ANTARA/Laily Rahmawaty

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah pemilik usaha pembakaran arang batok di Kali Baru Cilincing, Jakarta Utara, mengharapkan pemerintah membuat solusi usaha pengganti setelah penghentian dan pembongkaran secara mandiri terhadap cerobong tempat pembakaran.

Baca juga: Wali kota sebut pembakaran arang Cilincing dibongkar Kamis

"Kami warga ikut saja, setelah dibongkar ini kami tidak punya usaha lagi, harapan kami ada solusi dari pemerintah," kata Haji Bahar, salah satu pemilik usaha pembakaran arang batok di Jakarta, Kamis.

Bahar (58) memiliki 18 tungku pembakaran arang yang berdiri di sepanjang Jalan Inspeksi Cakung Drainase.

Bahar mengaku sudah menjalankan usaha tersebut selama 25 tahun dan selama itu pula dia tidak pernah mengeluhkan penyakit apapun.

"Selama 25 tahun saya usaha ini saya tidak apa-apa, bahkan cucu saya lahir di sini sehat-sehat saja," ujar Bahar.

Baca juga: Wali Kota sebut nenek gendong jasad bayi atas inisiatif sendiri

Ia mengatakan bersedia membongkar usahanya atas permintaan pemerintah karena diduga menyebabkan polusi udara yang berdampak terhadap masyarakat sekitar.

"Katanya ada yang sakit karena ada asap pembakaran, disuruh tutup saya jalani, sekarang disuruh membongkar juga saya lakukan," tutur Bahar.

Bahar mengatakan terdapat 75 orang yang bekerja di tempat pembakaran arang miliknya, mulai dari pekerja pengambil batok kelapa, pembakar, serta pengayak arang.

Kini para pekerja tersebut kehilangan sumber pencarian karena usaha arang miliknya sudah ditutup dan tidak boleh beroperasi lagi.

"Saya belum ada rencana mau melanjutkan usaha di mana, yang saya pikirkan bagaimana nasib 75 pekerja saya yang bergantung hidup dari usaha arang ini," ucap pria asal Bugis ini.

Baca juga: Industri pembakaran arang, peleburan alumunium di Cilincing ditutup

Sementara itu Camat Cilincing, Muhammad Alwi mengatakan akan mencarikan beberapa solusi untuk membantu warga pasca-penutupan dan pembongkaran usaha pembakaran arang batok tersebut.

Beberapa solusi tersebut seperti menggandeng dinas UMKM untuk mengarahkan warga usaha kecil-kecilan atau program pelatihan untuk melihat kebutuhannya.

"Ke depan kita akan carikan solusi kepada mereka apakah UMKM, program pemberdayaan masyarakat, lakukan pembinaan, harap ada solusi yang bisa dicari," Alwi menjelaskan.

Baca juga: Anies janji tindak pabrik penyebab polusi hingga ke ranah kepolisian

Ia juga mengatakan tidak ada rencana relokasi karena sulit untuk mendapatkan tempat di Jakarta bagi usaha pembakaran arang mengingat akan timbul polusi udara.

"Sampai saat ini saya belum mendapat lokasi untuk merelokasi mereka karena yang namanya di Jakarta lokasi tetap menimbulkan asap sama saja menimbulkan polusi," kata Alwi.

Sebanyak 18 cerobong pembakaran arang batok di Cilincing dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya atas permintaan pemerintah menyusul adanya keluhan warga yang terganggu kesehatannya akibat aktivitas usaha pembakaran arang dan peleburan aluminium di kawasan itu.
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2019