SMF targetkan pembiayaan Rp150 miliar KPR pengemudi Grab

SMF targetkan pembiayaan Rp150 miliar KPR pengemudi Grab

Sejumlah mitra pengemudi Grab Car berminat membeli KPR yang ditawarkan atas kerja sama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dengan transportasi dalam jaringan, Grab dalam pameran di Cilandak Commercial Estate, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019). (ANTARA News/Dewa Wiguna)

Jakarta (ANTARA) - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menargetkan realisasi pembiayaan sebesar Rp100-150 miliar hingga akhir tahun 2019 untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bagi pengemudi taksi dalam jaringan, Grab Car.

"Kerja sama ini diharapkan dapat mewujudkan ketersediaan hunian yang layak dan terjangkau untuk masyarakat, khususnya berpenghasilan tidak tetap," kata Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo dalam pameran KPR SMF-Grab Indonesia di Jakarta, Senin.

Menurut dia, program itu merupakan realisasi setelah kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman beberapa waktu lalu dengan menggandeng dua perusahaan pembiayaan, Reliance dan Batavia Prosperindo Finance.

Ia menjelaskan KPR itu menawarkan suku bunga tetap sepanjang tenor sehingga angsuran debitur stabil selama waktu pembiayaan.

Ia juga yakin tidak terpengaruh oleh gejolak kenaikan suku bunga sehingga memberikan kepastian dalam mengangsur.

Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF Heliantopo menambahkan meski ada isu perlambatan ekonomi global, namun ia optimistis pembiayaan dengan bunga menetap itu akan berlangsung lancar.

"Kalau segmen nonfix (pendapatan tidak tetap) itu kami salah satunya melihat akan lebih baik (diberikan) fix rate (bunga menetap). Jangan naik turun, nanti kacau 'kan, kalau ini sudah langsung selama 15 tahun bayarnya segitu saja," katanya.

Sementara itu, Direktur PT Usaha Pembiayaan Reliance Indonesia Fajar Satritama mengatakan suku bunga yang diberikan tetap sebesar 12,5 persen dengan tenor mencapai maksimum 15 tahun dan besaran uang muka satu persen.

Terkait persyaratan, Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan program itu dapat dinikmati pengemudi taksi daring yang sudah menjadi mitra lebih dari dua tahun dengan penghasilan konsisten di atas Rp7,5 juta per bulan.

Nantinya, untuk pembayaran, lanjut dia, akan dipotong secara harian sebagai bagian dari disiplin dan edukasi.

"Program ini kami sangat tunggu-tunggu karena kami fokus terhadap kesejahteraan mitra kami," katanya.

KPR SMF dan Grab itu mulai ditawarkan dalam pameran yang diadakan di gedung Grab Excellence Center di Cilandak Commercial Estate, Jakarta Selatan, 16-17 September 2019.

Perumahan yang ditawarkan berada di kawasan pinggiran Jakarta seperti di daerah Bogor.

Adanya kerja sama itu disambut antusias sejumlah pengemudi taksi daring atau Grab Car, salah satunya Ardy yang saat ini masih kos di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Ia optimistis dengan penghasilan per hari rata-rata mencapai Rp1 juta, bisa memenuhi kewajiban pembayaran KPR.

"Ini memberikan jalan bagi kami berkesempatan untuk memiliki rumah, ini sangat membantu," katanya.

Baca juga: SMF salurkan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan Rp1,87 triliun
Baca juga: SMF akan implementasikan KPR berbasis komunitas
Baca juga: Uang muka tinggi dinilai penyebab milenial sulit punya rumah

 
Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019