Pemerintah kota ajak para pihak bangun Palu setelah bencana

Pemerintah kota ajak para pihak bangun Palu setelah bencana

Seorang pria membongkar sisa bangunan milik warga di lokasi eks likuefaksi Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (7/6/2019). ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/foc

Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengajak para pihak baik swasta, NGO maupun pemangku kepentingan ikut terlibat dalam pemulihan pembangunan daerah itu setelah gempa, tsunami dan likuefaksi.

Pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Palu Singgi B Prasetyo saat menghadiri kegiatan pembangunan masjid, di Palu, Senin, mengatakan pemulihan setelah bencana mencakup semua sektor, mulai infrastruktur, ekonomi, sosial, budaya agar masyarakat cepat bangkit dan tidak berlarut dalam kesedihan.

"Kita tau bersama peristiwa 28 September 2018 menyimpan luka mendalam bagi masyarakat Kota Palu dan sekitarnya. Kami sebagai pemerintah terus menggelorakan semangat bangkit yang juga perlu dukungan dari berbagai pihak yang ikut terlibat dalam proses pemulihan," ujar Singgi yang juga Asisten bidang Administrasi dan perekonomian Pemkot Palu.

Menurut dia, Pemkot Palu saat ini terus bergerak untuk memenuhi kebutuhan mendesak para korban bencana terutama dari sisi sandang, pangan hingga hunian baik bersifat jangka pendek hingga hunian tetap.

Baca juga: Legislator : APBD Palu harus berpihak pemenuhan hak korban bencana

Baca juga: Bencana Palu 2018 tidak bisa jadi acuan untuk peta rawan bahaya

 

Taman baca bagi anak-anak penyintas gempa Palu



Guna memaksimalkan hal tersebut, maka dibutuhkan kerja sama semua pihak hingga elemen masyarakat, agar senantiasa bergandengan tangan dengan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik.

Memasuki satu tahun usai gempa, tsunami dan likuefaski, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai pihak yang sejak awal penanggulangan masa tanggap darurat sudah berkontribusi, termasuk pemerintah pusat.

"Sesungguhnya kita ingin penanggulangan bencana cepat tertangani, tetapi di satu sisi pemerintah memiliki keterbatasan. Pemerintah tidak menutup ruang bagi lembaga maupun swasta turut serta sepanjang bantuan tersebut untuk kepentingan kemanusiaan," kata Singgi.

Dia menilai bantuan rumah ibadah (Masjid) yang di sumbangkan pihak lain melalui kolaborasi Dompet Dhuafa bersama para musisi tanah air tergabung dalam grup Vimas dan Enau serta anak-anak muda di ibu kota bertajuk "Milenial bangun masjid" merupakan satu kesatuan proses pemulihan.

"Ini adalah hal positif, dimana generasi milenial mau berkontribusi membangun masjid dari hasil donasi mereka kumpulkan sekitar Rp150 juta," tutur Singgi.*

Baca juga: Listrik hunian tetap untuk korban bencana di Palu berdaya 900 Watt

Baca juga: Banggar tanyakan bantuan Jakarta Rp60 miliar untuk korban bencana Palu
Pewarta : Muhammad Arshandi/Moh Ridwan
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019