Tim kesehatan pantau kesehatan jamaah haji selama 14 hari

Tim kesehatan pantau kesehatan jamaah haji selama 14 hari

FILE FOTO: Suasana ruang rawat inap Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah, Kamis (15/8/2019). Sebanyak 36 pasien saat ini dirawat di KKHI Mekkah menanti pemulihan untuk kemudian dipulangkan ke Tanah Air. ANTARA/Hanni Sofia/am

Makassar (ANTARA) - Wakil Ketua Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi/Debarkasi Hasanuddin Makassar dr Darmawan Handoko mengatakan tim kesehatan akan terus memantau kesehatan dari seluruh jamaah haji selama 14 hari setelah kembalinya ke tanah air usai menjalani ibadah haji di Arab Saudi.

"Kami sampaikan kepada seluruh jamaah haji yang telah tiba ke tanah air, kondisi kesehatannya akan terus dipantau hingga 14 hari ke depan," ujarnya di Makassar, Kamis.

Ia mengatakan pemantauan kesehatan itu akan dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar bersama seluruh tim kesehatan provinsi maupun kabupaten dan kota di Indonesia.

Darmawan menyatakan biasanya seseorang setelah menghabiskan waktu yang cukup lama di luar negeri, sangat rentang terjangkit dengan virus di negara yang didatanginya.

Bahkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga akan terus memantau kesehatan jamaah haji Indonesia usai kepulangannya dari Tanah Suci untuk mencegah penularan penyakit Corona Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) atau virus corona dan penyakit lainnya yang berasal dari Timur Tengah.

"Kepada seluruh jamaah haji kita minta untuk menyimpan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji (K3JH) yang dibagikan petugas kepada jemaah haji setelah turun pesawat. Ini untuk memudahkan tim medis melakukan pemantauan," katanya.

Sebelumnya Menteri Kesehatan Nila F Moeloek juga menyampaikan bahwa jamaah haji diimbau untuk mengecek kesehatan secara rutin ke Puskesmas untuk mencegah terjadinya penularan penyakit dari Timur Tengah.

"Selama tiga minggu kartu itu dipegang. Dan jika ada yang sakit, bawa ke Puskemas dan rumah sakit. Kartunya diperlihatkan," ujar Nila.

Dia menjelaskan, K3JH merupakan kartu yang diisi oleh jemaah haji untuk merekam atau mencatat gejala-gejala penyakit yang mungkin timbul selama 21 hari setelah pulang menunaikan ibadah haji.

"Gejala itu di antaranya sakit demam, batuk, sesak napas, diare, perdarahan, dan kaku kuduk. Bila setelah 21 hari di Tanah Air, maka K3JH ini diserahkan atau dikirimkan ke Puskesmas setempat," kata Nila.

Baca juga: Jamaah haji diimbau periksa kesehatan setelah kepulangan
Baca juga: Kesehatan jamaah haji dipantau hingga dua pekan sejak kedatangan
Baca juga: Kemenag dan dinkes awasi kesehatan jamaah haji

 
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019