Cuaca ekstrem ganggu pencarian mahasiswa asal Papua di Aceh Selatan

Cuaca ekstrem ganggu pencarian mahasiswa asal Papua di Aceh Selatan

Upaya pencarian terhadap mahasiswa asal Papua yang tenggelam di kawasan wisata Tuan Tapa, Tapak Tuan, Kabupaten Aceh Selatan oleh petugas SAR Pos Meulaboh bersama tim BPBD Aceh Selatan, Jumat (23/8/2019). (Ist)

Meulaboh (ANTARA) - Pencarian terhadap Bonano Yogi Napitupulu (21), seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) asal Abepura, Jayapura, Provinsi Papua, yang hilang sejak Jumat (23/8) lalu di kawasan wisata Tuan Tapa, Tapak Tuan, Kabupaten Aceh Selatan, sepanjang Sabtu (24/8) terganggu cuaca ekstrem.

"Tingginya gelombang dan guyuran hujan dengan intensitas ringan dan sedang, turut mengganggu pencarian terhadap korban," kata Koordinator SAR Pos Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat kepada ANTARA, Sabtu malam.

Pencarian terhadap korban dilakukan dengan cara menyisir kawasan pantai yang berada di kawasan Tapak Tuan, ibu kota Kabupaten Aceh Selatan, bersama tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Baca juga: Mahasiswa asal Papua tewas tenggelam di laut Aceh Selatan
Baca juga: Penyelam tradisional temukan mayat mahasiswa UGM di dasar sungai
Baca juga: Jenazah pelajar Indonesia yang meninggal di Mesir segera dipulangkan
Baca juga: Dua mahasiswa Indonesia meninggal tenggelam di Sungai Nil Mesir


Pencarian juga dibantu nelayan setempat. Pihaknya berharap kepada nelayan apabila menemukan korban, maka dapat diinformasikan kepada SAR atau pihak terkait lainnya.

"Berdasarkan pencarian yang kita lakukan sepanjang Sabtu, untuk sementara belum membuahkan hasil," kata Dwi Hetno.

Namun pihaknya terus berupaya melakukan pencarian terhadap mahasiswa asal Papua tersebut dengan harapan dapat segera ditemukan.

Sedangkan seorang korban lainnya yang ditemukan meninggal dunia di lokasi wisata Tuan Tapa, Tapak Tuan Aceh Selatan, pada Jumat (23/8) yakni Antoni Marbun (22), asal Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Jenazah juga sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019