Gubernur Jatim sampaikan bela sungkawa korban kapal terbakar

Gubernur Jatim sampaikan bela sungkawa korban kapal terbakar

KN Chundamani mengevakuasi 56 penumpang KM Santika Nusantara tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (24/8). (Antara Jatim/ Hanif Nashrullah)

Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bela sungkawa kepada para penumpang yang menjadi korban kebakaran Kapal Motor (KM) Santika Nusantara di perairan Masalembu, Jatim.

"Ada tiga penumpang yang meninggal dunia. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam," katanya di Surabaya, Sabtu.

Ia mengatakan hal itu di sela menyambut kedatangan puluhan korban kebakaran KM Santika Nusantara yang dievakuasi menggunakan Kapal Negara (KN) Chundamani ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Khofifah yang juga mantan Menteri Sosial itu berharap, masing-masing keluarga dari ketiga korban yang meninggal dunia bisa menghadapi peristiwa tersebut secara tabah.

"Mudah-mudahan korban yang meninggal dunia husnulkhatimah serta keluarganya tabah," ucap dia.

Seluruhnya, terdapat 56 penumpang KM Santika Nusantara yang dievakuasi menggunakan KN Chundamani. Mereka semula diselamatkan oleh para nelayan dan mendapat pertolongan di Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep.

"Selain tiga yang meninggal dunia. 53 korban lainnya saya lihat tadi kondisinya sehat dan baik. Mereka menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Pulau Masalembu yang telah banyak memberi bantuan berupa makanan dan pakaian," ucap Khofifah.

KM Santika Nusantara diinformasikan terbakar di perairan Masalembu pada Kamis (22/8), sekitar pukul 20.45 WIB, saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Kapal jenis roll on-roll off (roro) itu, selain membawa ratusan penumpang, yang jumlahnya sampai sekarang masih belum terkonfirmasi secara pasti, juga memuat 84 kendaraan dengan berbagai jenis.

Baca juga: Jasa Raharja jamin santunan korban KM Santika Nusantara
Baca juga: 303 penumpang KM Santika terbakar dievakuasi, tiga meninggal

 
Pewarta : A Malik Ibrahim
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019