Siswa: SMN motivasi saya kembangkan potensi diri

Siswa: SMN motivasi saya kembangkan potensi diri

Guru SLB Negeri Mandailing Natal sebagai salah satu guru pendamping SMN Sumut untuk wilayah Sulteng, Ahmad Undri mendorong salah satu peserta SMN Tuna Daksa Resnita, dengan kursi roda usai mengikuti kegiatan silaturahim antara peserta SMN dengan siswa dan guru SMAN 3 Palu, di Palu, Jumat. (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Palu (ANTARA) - Program pertukaran pelajar antardaerah yang dilaksanakan oleh pemerintah melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lewat Siswa Mengenal Nusantara (SMN), ternyata memotivasi peserta untuk mengembangkan potensi diri yang dimiliki.

"SMN sangat memberi manfaat, ke depan bisa menggali potensi lebih lagi. Semoga SMN ini terus berlanjut sehingga anak-anak utamanya pelajar di Indonesia bisa menyadari kebudayaan dan potensi di daerahnya sendiri maupun didaerah lain," ucap Michael Sebastian, Siswa Kelas II IPS SMAN 1 Botomozoi Kabupaten Nias, Sumatera Utara.

Michael mengaku bahwa SMN turut serta mengubah perilaku dan semangatnya. Melalui SMN, wawasan dia tentang kebudayaan nusantara dan relasi pertemanan semakin bertambah.

"SMN ini membuka mata saya. Saya dahulu ibarat katak dalam tempurung," ucap siswa kelahiran 4 Januari 2003 itu.

Michael merupakan siswa berprestasi di sekolahnya. Da meraih juara umum berturut-turut dan pernah mengikuti olimpiade sains tingkat Provinsi Sumatera Utara di Medan.

Terkait hal itu, Guru Pendamping SMN 2019 dari Sumut untuk wilayah Sulteng, Ahmad Undri mengemukakan, SMN merupakan salah satu program yang sangat menarik dan memberi manfaat yang besar kepada siswa.

"SMN ini juga sejalan dengan kurikulum pendidikan, karena kurilum pendidikan juga membahas dan menerapkan tentang pendidikan wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan budaya serta agama di tanah air," kata Ahmad Undri.

Guru SLB Negeri Mandailing Natal itu menyebutkan SMN tidak hanya sekedar untuk menjalin silaturahim antarsiswa, tetapi juga memberikan pendidikan karakter lewat budaya dan kearifan lokal.

Olehnya, kata dia, sangat bermanfaat bagi siswa karena dianggap dapat menambah wawasan siswa, utamanya wawasan mengenai kebudayaan, nusantara, adat istiadat dan seterusnya.

"Program ini harus tetap berlanjut, harus ada tindak lanjut yang disertai dengan saling tukar informasi," katanya.

Ia juga menyebut sangat bangga dengan BUMN karena rela melaksanakan SMN yang merupakan bagian dari program BUMN Hadir Untuk Negeri.

SMN di Sulawesi Tengah, diselenggarakan oleh PT Indonesia Asahan Aluminium atau lebih dikenal sebagai Inalum, dan PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) Persero.*

Baca juga: 35 SMN Sumut doakan korban likuefaksi Petobo

Baca juga: Peserta SMN Babel kunjungi area pertambangan PT Antam Tbk
 
Siswa SMAN 3 Palu menampilkan Tari Bontanun (Tari Membuat Tenun Khas Donggala) saat menerima kunjungan peserta SMN asal Sumatera Utara, di sekolah tersebut, Jumat (16/8/2019). (ANTARA/Muhammad Hajiji)
Siswa SMAN 3 Palu menampilkan Tari Bontanun (Tari Membuat Tenun Khas Donggala) saat menerima kunjungan peserta SMN asal Sumatera Utara, di sekolah tersebut, Jumat (16/8/2019). (ANTARA/Muhammad Hajiji)
 
Peserta SMN asal Sumatera Utara dengan siswa SMAN 3 Palu disela-sela kegiatan silaturahim antara peserta SMN dengan siswa dan guru SMAN 3 Palu, di Palu, Jumat (16/8/2019). (ANTARA/Muhammad Hajiji)
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019