Peringatan Hari Pramuka kampanyekan antiplastik sekali pakai

Peringatan Hari Pramuka kampanyekan antiplastik sekali pakai

Sejumlah anggota Pramuka melakukan atraksi bendera semapur di Apel Besar Peringatan Hari Pramuka ke-58 tingkat nasional di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (14/8/2019). ANTARA/Anom Prihantoro/aa.

Jakarta (ANTARA) - Peringatan Hari Pramuka ke-58 tingkat nasional di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur pada Rabu mengkampanyekan anti penggunaan plastik sekali pakai.

"Kita tidak menyediakan air minum dalam kemasan," kata Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso dalam Apel Besar Hari Pramuka di Cibubur.

Dia mengatakan semangat cinta alam Pramuka dengan tidak menggunakan produk plastik sekali pakai bukan sekadar seremonialitas saja tapi juga softskill untuk standar Pramuka.

"Kita perang terhadap sampah plastik. Kegiatan Pramuka di manapun kapanpun menolak penggunaan material berbahaya bagi lingkungan," katanya.

Buwas mencontohkan dalam kegiatan peringatan Hari Pramuka di Buperta Cibubur tahun ini tidak menggunakan air minum dalam kemasan yang menggunakan bahan plastik sekali pakai.

Pramuka, kata dia, juga mendorong agar penggunaan materi yang bisa dipakai berulang sehingga dapat mengurangi sampah.

"Agar memanfaatkan produk yang bisa dipakai lagi, bukan plastik sekali pakai. Selain itu mengupayakan melakukan daur ulang dari sampah yang tidak dapat dihindari," katanya.

Pada Apel Besar tersebut Buwas menganugerahkan Lencana Tunas Kencana kepada Presiden Joko Widodo.

Lencana Tunas Kencana merupakan penghargaan tertinggi Gerakan Pramuka bagi orang dewasa dan sesuai ketentuan dalam Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka.

Peringatan Hari Pramuka tahun ini mengambil tema "Gerakan Pramuka Bersama Segenap Komponen Bangsa Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI".

Buwas mengatakan tema tersebut hadir di tengah keprihatinan banyaknya permasalahan kekinian yang mengancam keutuhan dan keberlangsungan negara dan bangsa Indonesia.

Merebaknya korupsi, kolusi, nepotisme, radikalisme, terorisme serta maraknya penyalahgunaan narkoba, menurut Buwas, merupakan kejahatan-kejahatan yang menjadi tantangan terbesar bangsa ini.

Baca juga: BNPB: Anggota pramuka kenali potensi bencana
Baca juga: Buwas: Gerakan Pramuka harus bisa memberantas narkoba
Baca juga: Pramuka Nasional akan luncurkan Prasiaga pada hari jadi
Pewarta : Anom Prihantoro
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019