BPD Bali genjot penyaluran KUR Rp1 triliun

Pewarta : Dewa Wiguna

BPD Bali genjot penyaluran KUR Rp1 triliun

Pelaksana Tugas Dirut Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma (Foto Antara Bali/DewaWiguna/2018)

Denpasar (Antaranews Bali) - Bank BPD Bali menggenjot penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) dengan target mencapai Rp1 triliun tahun 2019 yang sebagian besar menyasar sektor produktif untuk mendukung kemajuan usaha mikro kecil dan menengah. 
     
"Kami bidik sektor perdagangan, pertanian, pariwisata, konstruksi, jasa, jasa pendidikan, kesehatan, semua yang berkaitan dengan usaha produktif," kata Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma di Denpasar, Rabu. 
     
Menurut dia, pencapaian tersebut melampaui atau hampir dua kali lipat dari target penyaluran KUR tahun 2018 yang mencapai Rp550 miliar dan mendekati akhir tahun ini, realisasinya sudah mendekati 99 persen. 
     
Beberapa waktu lalu, Bank BPD Bali meraih penghargaan penyalur KUR terbaik nasional tahun 2018 oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. 
     
Bank milik masyarakat Bali itu menjadi satu-satunya bank daerah yang menyabet penghargaan terbaik bersama dengan dua bank BUMN yang diserahkan langsung Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.
     
Sudharma lebih lanjut menjelaskan untuk mencapai target tersebut pihaknya merancang sejumlah strategi sesuai dengan rencana bisnis bank, salah satu di antaranya melakukan pemetaan dengan menggandeng organisasi perangkat daerah. 
     
Dari pemetaan itu, lanjut dia, akan didapatkan data calon nasabah atau debitur untuk KUR yang potensial mendapatkan pembiayaan.
     
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan transformasi digital tahun 2019 sehingga mekanisme pengajuan kredit dapat juga dilakukan secara digital sesuai dengan era kekinian yang tidak terlepas dari internet. 
     
Selain itu pembukaan rekening secara digital juga dapat dilakukan termasuk mengoptimalkan layanan transaksi digital yang sudah ada seperti "mobile banking" dan "internet banking".
     
Di sisi lain, selain memperkuat teknologi, bank milik masyarakat Bali itu juga memperkuat sumber daya manusia atau para pegawai termasuk dari kesejahteraannya sehingga memotivasi mereka meraup potensi pasar lebih besar. 
     
Untuk itu, pihaknya menyepakati perjanjian kerja bersama dengan serikat pekerja (SP) Bank BPD Bali untuk mendukung rencana bisnis dan kemajuan korporasi. 
     
Ketua Umum SP BPD Bali I Komang Cipto Kusuma Adi mengatakan selain karyawan, kesejahteraan para pensiunan juga menjadi perhatian. 
     
"Sebelumnya pensiunan belum menerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan, sekarang berdasarkan persetujuan perusahaan bisa diberikan manfaat," katanya.
Editor:
COPYRIGHT © ANTARASUMUT